
Mabes TNI menyampaikan keterangan terkait dengan peristiwa penyiraman air keras terhadap WakilKoordinator KontraS Andrie Yunus pada Rabu (18/3). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Keputusan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI Letjen Yudi Abrimantyo mundur dari jabatannya menuai sorotan tajam di tengah publik. Di saat banyak pejabat memilih bertahan dan berlindung di balik berbagai dalih, langkah ini justru dinilai sebagai bentuk keberanian moral yang semakin langka.
Ketua Umum Pasbata Prabowo David Febrian menyebut pengunduran diri tersebut sebagai “tamparan keras” bagi para pejabat yang selama ini tersandung persoalan namun tetap berupaya mempertahankan jabatan.
“Ini bukan sekadar mundur. Ini adalah sikap ksatria. Ini pelajaran terbuka bagi banyak pejabat yang ketika bermasalah justru sibuk mencari pembenaran, memainkan opini, bahkan menyalahkan pihak lain,” tegasnya.
Ia menilai, Letjen Yudi menunjukkan standar kepemimpinan yang berbeda, bahwa tanggung jawab kepada rakyat harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun jabatan, bahkan sebelum proses hukum selesai.
“Di negeri ini, terlalu sering kita melihat pejabat yang jelas-jelas bermasalah tapi masih bertahan, berkelit, dan menghindar. Letjen Yudi justru melakukan hal sebaliknya. Urusan benar atau salah biar hukum yang membuktikan, tapi tanggung jawab kepada publik tidak bisa ditunda,” lanjutnya.
Menurut Pasbata Prabowo, sikap seperti ini adalah bentuk kepemimpinan sejati yang mulai tergerus oleh praktik politik pragmatis. Ia bahkan menyebut karakter ksatria seperti ini hampir tidak lagi menjadi arus utama di kalangan elite.
“Ini tipe pemimpin yang semakin jarang kita temui. Berani bertanggung jawab tanpa harus dipaksa. Ini bukan soal tekanan, ini soal integritas,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar publik tidak terjebak dalam narasi yang justru mengaburkan substansi kasus. Ia menegaskan, pengunduran diri bukan akhir, melainkan awal dari proses hukum yang harus dikawal secara serius.
“Jangan dibelokkan. Jangan dipelintir seolah ini drama atau manuver. Ini bentuk tanggung jawab. Tapi proses hukum tetap harus berjalan dan kita kawal bersama,” tegasnya.
Pasbata Prabowo juga menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah cepat dan terbuka yang dilakukan oleh Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI. Ia menilai respons tersebut sebagai bukti bahwa TNI tidak mentolerir pelanggaran dan serius menjaga kredibilitas institusi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022