
Ilustrasi: Perangkat Chromebook. (ZDNet)
JawaPos.com - Google memberikan pernyataan resmi setelah namanya terseret dalam kasus dugaan korupsi program digitalisasi pendidikan di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2019-2022.
Google menegaskan tidak memproduksi atau menjual Chromebook secara langsung kepada pelanggan akhir serta tidak menentukan harga.
Peran perusahaan sebatas pada pengembangan dan pemberian lisensi sistem operasi Chrome serta alat pengelolaan kepada mitra.
Pernyataan penegasan ini terbit di blog resmi Google lalu disebarluaskan oleh tim eksternal komunikasi Google kepada media massa di Indonesia pada Jumat (9/1) malam.
nadiem
”Proses pengadaan perangkat Chrome dikelola sepenuhnya oleh produsen peralatan asli atau original equipment manufactures (OEM) yang independen dan para mitra lokal. Ekosistem ini memastikan Kementerian Pendidikan memegang kendali penuh dan membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia," tulis Google dalam pernyataan resmi.
"Misi kami tetap sederhana, menyediakan teknologi kelas dunia yang hemat biaya demi mendukung siswa dan guru di seluruh nusantara," sambungnya.
Perkara dugaan korupsi pengadaan laptop chromebook menyeret mantan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim. Saat ini, perkara hukum yang diduga merugikan keuangan negara Rp 2,1 triliun.
Google menjelaskan, Chromebook adalah perangkat nomor satu di dunia untuk pendidikan K-12 (TK-SMA), dengan lebih dari 50 juta siswa dan pendidik yang menggunakan Chromebook di seluruh dunia.
"Di Indonesia, fokus kami selalu pada upaya mewujudkan cita-cita pembelajaran digital jangka panjang melalui Chromebook, perangkat canggih dan aman yang dirancang untuk para pendidik dan siswa," bebernya.
Google mengklaim, jutaan pendidik dan siswa dari Sabang sampai Merauke, serta lebih dari 80.000 sekolah di seluruh negeri, telah berhasil menggunakan Chromebook untuk membantu mengoptimalkan pembelajaran, bahkan di wilayah-wilayah terluar di Indonesia.
"Chromebook dirancang sesuai dengan realitas di ruang kelas, termasuk untuk sekolah-sekolah di daerah terpencil," klaimnya.
Meski dioptimalkan untuk penggunaan berbasis cloud, kata Google, Chromebook memiliki kemampuan untuk digunakan secara offline.
Karena itu, siswa tetap dapat membuat dokumen, mengelola file, serta menggunakan aplikasi yang mendukung mode offline tanpa koneksi internet sekalipun, sehingga memastikan proses belajar tidak pernah terhenti.
"Perangkat ini memenuhi persyaratan dalam peraturan Kementerian serta panduan pengadaan lokal (DAK Fisik) dari Kementerian Pendidikan, yang merujuk adanya solusi digital yang holistik, seperti memasangkan perangkat dengan infrastruktur penunjang konektivitas seperti router dan verifikasi kelistrikan," urai Google.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022