ILUSTRASI Barang bukti uang gratifikasi. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Direktur Pengolahan PT Pertamina (Persero) periode 2012–2014, Chrisna Damayanto, sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi pengadaan katalis di lingkungan PT Pertamina (Persero).
“Penahanan dilakukan terhadap saudara CD (Chrisna Damayanto) selaku Direktur Pengolahan PT Pertamina (Persero) periode 2012–2014,” kata Pelaksana Harian (Plh) Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Mungki Hadipratikto dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (5/1).
Chrisna ditahan untuk 20 hari pertama, terhitung sejak 5 hingga 24 Januari 2025. Penahanan dilakukan di Rumah Tahanan Cabang KPK Gedung C1.
“Penahanan dilakukan di Rutan Cabang KPK Gedung C1,” ujarnya.
KPK menduga, Chrisna melakukan pengondisian agar PT Melanton Pratama dapat mengikuti dan memenangkan tender pengadaan produk katalis Residue Catalytic Cracking (RCC) di Refinery Unit (RU) VI Balongan.
Pengondisian tersebut dilakukan setelah Chrisna menerima permintaan dari Frederick Aldo Gunardi selaku Manajer Operasi PT Melanton Pratama, yang bertindak atas perintah Direktur PT Melanton Pratama, Gunardi Wantjik.
“Atas pengondisian tersebut, Chrisna akhirnya membuat kebijakan penghapusan kewajiban lolos uji ACE Test bagi produk katalis, yang membuat PT Melanton Pratama terpilih menjadi pemenang pengadaan katalis di Balongan periode tahun 2013–2014,” tutur Mungki.
Nilai kontrak pengadaan katalis tersebut mencapai USD 14,4 juta atau sekitar Rp 176,4 miliar dengan kurs rupiah tahun 2014.
KPK menduga, setelah PT Melanton Pratama memenangkan pengadaan, perusahaan tersebut memberikan sebagian fee yang berasal dari Albemarle Corp kepada Chrisna Damayanto.
“Pemberian fee tersebut sekurang-kurangnya sebesar Rp 1,7 miliar yang diterima Chrisna pada periode tahun 2013–2015,” ucap Mungki.
Penerimaan fee tersebut diduga berkaitan langsung dengan kebijakan yang diambil Chrisna selaku Direktur Pengolahan PT Pertamina (Persero), yang bertentangan dengan tugas dan kewajibannya.
Atas perbuatannya, Chrisna Damayanto selaku penerima gratifikasi disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Sebelumnya, KPK telah lebih dahulu menahan tiga tersangka lain dalam perkara yang sama pada Selasa, 9 September 2025.
Ketiga tersangka tersebut yakni Gunardi Wantjik (GW) selaku Direktur PT Melanton Pratama, Frederick Aldo Gunardi (FAG) selaku pegawai PT Melanton Pratama, serta Alvin Pradipta Adiyota (APA) selaku pihak swasta.
Gunardi Wantjik dan Frederick Aldo Gunardi selaku pihak pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
