
Mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong keluar dari di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (1/8/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong menegaskan bahwa Google merupakan perusahaan multinasional yang memiliki standar tata kelola tinggi. Menurutnya, Google tidak akan mengambil risiko dengan tindakan yang tidak etis dalam urusan bisnis. Pernyataan ini merespons kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook yang menjerat mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim.
“Saya bisa pastikan Google sebagai multinasional company yang listed sudah IPO di Amerika itu nggak akan main-main, nggak aneh-aneh lah buat apa dia, nggak perlu pakai cara-cara bodoh untuk memajukan kepentingan usahanya,” kata Tom dalam sebuah siniar media sosial, Rabu (10/12).
Ia menilai, reputasi Google sebagai perusahaan publik di Amerika Serikat membutuhkan transparansi yang ketat dan pengawasan dari investor global, sehingga kecil kemungkinan perusahaan terlibat dalam praktik yang dapat merusak kredibilitasnya. Tom menekankan pentingnya melihat persoalan pengadaan secara objektif dan tidak serta-merta mengaitkan perusahaan teknologi besar dengan praktik yang tidak benar tanpa bukti kuat.
Lebih jauh, Tom juga menegaskan bahwa Google tidak memiliki kepentingan untuk melakukan praktik yang melanggar hukum dalam proyek pengadaan tersebut. ''Jadi saya yakin Google tidak ada niat jahat atau kongkalikong dengan pihak manapun,” tegasnya.
Nadiem sendiri bakal segera menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Agung (Kejagung). Sidang akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada Selasa (16/12).
Nadiem bakal menghadapi pembacaan dakwaan atas kasus dugaan korupsi pengadaan laptop chromebook. Selain Nadiem, terdapat terdakwa lain yang akan didakwa dalam kasus yang sama.
Mereka di antaranya, Direktur Sekolah Dasar Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek tahun 2020–2021, Sri Wahyuningsih; Direktur SMP Kemendikbudristek tahun 2020, Mulyatsyah; serta Ibrahim Arief, konsultan perorangan dalam Rancangan Perbaikan Infrastruktur Teknologi Manajemen Sumber Daya Sekolah pada Kemendikbudristek.
Persidangan itu akan dipimpin oleh Purwanto S Abdullah sebagai Ketua Majelis Hakim, dengan anggota Sunoto, Eryusman, Mardiantos, dan Andi Saputra. (*)

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
