
Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (2/12/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan korupsi, terkait pengadaan iklan pada PT BPD Jawa Barat dan Banten (BJB).
Pria yang karib disapa Kang Emil itu mengaku, dirinya diberi waktu untuk menjelaskan soal kasus dugaan korupsi BJB.
Ridwan Kamil diperiksa oleh penyidik KPK, kurang lebih selama 6 jam, sejak pukul 10.40 WIB hingga pukul 16.31 WIB.
Menurut dia, pemeriksaan dirinya merupakan bagian dari transparansi dalam pengusutan kasus dugaan korupsi BJB.
"Saya sudah melakukan klarifikasi sebagai penghormatan pribadi pada supremasi hukum, tanggung jawab sebagai warga negara, memberikan keterangan seluas-luasnya, tanggung jawab pribadi sebagai anak bangsa untuk menunjukkan transparansi dan akuntabilitas," kata Ridwan Kamil usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (2/12).
"Jadi, saya sangat lega, berbulan-bulan menunggu momen ini untuk memberi penjelasan," sambungnya.
RK mengklaim, dirinya tidak mengetahui secara langsung praktik rasuah yang terjadi di BJB. Menurutnya, aksi korporasi yang terjadi dilakukan oleh pihak BJB.
"Pada dasarnya yang paling utama adalah saya itu tidak mengetahui yang menjadi perkara dana iklan ini. Karena dalam tupoksi gubernur, aksi korporasi dari BUMD ini itu dilakukan oleh teknis mereka sendiri," tegasnya.
Ia menekankan, pihaknya hanya menerima laporan jika diberitahu oleh pihak direksi maupun komisaris.
"Gubernur hanya mengetahui aksi korporasi ini kalau dilaporkan oleh direksi, oleh komisaris selaku pengawas, oleh kepala biro BUMD," ujarnya.
Lebih lanjut, RK menekankan tidak pernah menerima laporan dari aksi korporasi selama dirinya menjabat sebagai Gubernur Jabar. Karena itu, ia pun membantah terlibat dalam kasus rasuah tersebut.
"Ketiga (tersangka) ini tidak memberi laporan semasa saya jadi gubernur. Makanya kalau ditanya saya mengetahui, saya tidak tahu. Apalagi terlibat, menikmati hasilnya dan sebagainya," pungkasnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
