
Ammar Zoni saat dibawa ke Nusakambangan. (Istimewa)
JawaPos.com - Kasus dugaan peredaran narkoba di Rutan Salemba Jakarta Pusat dengan terdakwa Ammar Zoni dan sejumlah terdakwa lainnya yaitu terdakwa I Asep bin Sarikin, terdakwa II Ardian Prasetyo bin Arie Ardih, terdakwa III Andi Muallim alias Koh Andi, terdakwa IV Ade Candra Maulana bin Mursalih, dan terdakwa V Muhammad Rivaldi, kini sudah memasuki persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Ammar Zoni bersama 5 terdakwa lainnya didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengedarkan atau melakukan transaksi jual-beli narkoba di dalam rutan.
"Melakukan tindak pidana percobaan atau pemufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi 5 gram. Perbuatan tersebut dilakukan oleh para terdakwa," kata Jaksa dalam sidang dakwaan.
Ammar Zoni mendapatkan barang haram dari Andre yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Mantan suami Irish Bella itu mendapatkan barang haram jenis sabu dengan berat mencapai 100 gram.
Ammar dkk mulai melakukan transaksi narkoba di dalam rutan sejak 31 Desember 2024. Saat itu, Ammar Zoni memberikan obat haram kepada terdakwa Rivaldi.
"Pada tanggal 31 Desember 2024 sekitar pukul 14.00 WIB, terdakwa V mendapatkan narkotika jenis sabu dari terdakwa VI dengan cara mengambil dan bertemu secara langsung dengan terdakwa VI di tangga Blok I," kata Jaksa.
Sabu seberat 100 gram kemudian dibagi-bagikan ke tahanan lain yang juga menjadi terdakwa dalam kasus ini. Usai menerima barang haram dari Ammar, Rivaldi kemudian menghubungi Andi, terdakwa lainnya dengan menggunakan aplikasi Zangi.
"Setelah mendapatkan narkotika jenis sabu, terdakwa V menghubungi Terdakwa III menggunakan aplikasi Zangi yang terdapat pada alat komunikasi berupa 1 (satu) unit handphone merek Oppo warna biru," kata Jaksa.
Transaksi narkoba di dalam Rutan Salemba Jakarta Pusat berlanjut pada 3 Januari 2025 sekitar pukul 11.OO WIB. Para terdakwa menaruh barang haram di tangga rutan di dalam bungkus rokok Gudang Gram filter.
Uniknya, Ammar Zoni dkk melakukan transaksi narkoba melalui aplikasi rahasia Zangi supaya tindakan mereka tidak terdeteksi. Tak hanya itu, mereka juga menggunakan nama samaran untuk menghilangkan jejak. Misalnya nama samaran yang digunakan yaitu Kilua Zoldyck, OP1, dan lain-lain.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022