SAKSI FAKTA: Suhardo Basuki, mantan wakil direktur keuangan PT Jawa Pos Holding. (ANGGER BONDAN/JAWA POS)
JawaPos.com - PT Jawa Pos menghadirkan Suhardo Basuki, mantan wakil direktur keuangan PT Jawa Pos Holding sebagai saksi fakta dalam sidang sengketa kepemilikan PT Dharma Nyata Press (DNP) melawan Nany Widjaja di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Basuki dalam kesaksiannya menegaskan bahwa pembeli PT DNP pada 1998 lalu adalah PT Jawa Pos, bukan Nany.
Basuki yang saat itu menjabat sebagai kepala bagian keuangan PT Jawa Pos mengatakan bahwa uang yang digunakan untuk membeli PT DNP milik Jawa Pos. "Saya melihat sendiri tanda terima pembayaran dari Jawa Pos kepada pemilik PT Dharma Nyata Press, Anjar Any dan Ned Sakdani. Tercatat di laporan keuangan. Uangnya dari PT Jawa Pos dibuktikan dengan dana keluar dari rekening koran PT Jawa Pos," kata Basuki, Rabu (10/9).
Setelah itu, di dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 1999 juga telah digolongkan bahwa PT DNP sebagai anak perusahaan PT Jawa Pos. Dahlan Iskan dan Nany yang ketika itu menjabat sebagai direksi di PT Jawa Pos juga telah menyetujuinya.
Bukti laporan keuangan terkait uang muka investasi Jawa Pos di PT Dharma Nyata Press. (Istimewa)
"Dahlan Iskan dan Nany Widjaja ikut rapat dan menyetujui isi risalah RUPS tersebut terkait laporan keuangan yang mencantumkan PT Dharma Nyata Press sebagai anak perusahaan PT Jawa Pos," tambah Basuki yang menyiapkan risalah rapat tersebut.
Selanjutnya setelah rapat Dewan Komisaris dan Direksi pada 2001, Nany membuat akta pernyataan di notaris pada 2008. "Seingat saya pernyataan dari Nany Widjaja yang menyatakan bahwa pembelian 72 lembar saham berasal dari PT Jawa Pos, dan tidak menggunakan harta yang bersangkutan" ujar Basuki.
Selain itu, dalam akta pernyataan tersebut, Nany menyatakan bahwa hak atas saham tersebut adalah hak milik PT Jawa Pos. Nany juga menyatakan tidak akan menuntut atas saham itu di kemudian hari.
"Nany tidak pernah komplain atas akta pernyataan tersebut karena dia sendiri yang membuat. Tidak ada campur tangan PT Jawa Pos. Tidak pernah ada pula pembatalan akta tersebut," tuturnya.
Menurut Basuki, kepemilikan saham PT DNP tersebut diatasnamakan Nany Widjaja atas perintah dari Dahlan Iskan yang saat itu menjabat sebagai direktur PT Jawa Pos.
Bukti tanda terima dari Jawa Pos terkait pembelian saham di PT Dharma Nyata Press. (Istimewa)

Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
