
Terdakwa kasus dugaan penerimaan gratifikasi dan tindak pidana pencucuian uang (TPPU) Rafael Alun Trisambodo saat mengikuti sidang beragendakan pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK terhadap Rafael di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (11
JawaPos.com – Vonis terhadap mantan pejabat pajak Jakarta Selatan Rafael Alun Trisambodo ditunda pekan depan. Hakim Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat Suparman Nyompa beralasan, vonis Rafael belum rampung lantaran waktu penyusunannya mepet.
Jadwal pembacaan vonis sedianya berlangsung pukul 10.00 WIB kemarin (4/1). Namun, jadwal sidang digeser menjadi pukul 13.00. Tepat di jadwal penundaan itu, sidang tak kunjung dimulai. Sidang baru dimulai pukul 15.17. Itu pun berlangsung singkat, hanya enam menit. ”Kami sudah bekerja maksimal. Dan, sampai detik ini ternyata belum rampung. Waktu kami tak cukup ternyata dua hari,” papar Suparman membuka sidang.
Majelis menetapkan sidang ditunda pada Senin (8/1) pekan depan. Suparman menambahkan, waktu yang mepet serta materi perkara yang luas membutuhkan pendalaman dalam menentukan putusan. ”Ini bukan curhatan ya,” katanya.
Jaksa penuntut umum KPK Wawan Yunarwanto tidak mempermasalahkan penundaan vonis itu. Dalam vonis pekan depan, Wawan optimistis hakim akan memberikan putusan sesuai tuntutan jaksa. Yakni, pidana penjara selama 14 tahun serta denda Rp 1 miliar. JPU KPK juga menuntut Rafael membayar uang pengganti Rp 18,9 miliar.
Selama proses persidangan, jaksa menyebut Rafael menerima gratifikasi total mencapai Rp 18,9 miliar. Uang itu diterima bersama sang istri Ernie Meike Torondek yang statusnya masih sebagai saksi. Rafael juga melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Yang jika dihitung total mencapai Rp 105 miliar.
Duit hasil TPPU itu sudah dirupakan berbagai aset. Baik tanah, rumah, maupun mobil. Untuk menyamarkan kekayaannya, aset-aset tersebut diatasnamakan orang lain. Aset-aset itulah yang nanti disita negara.
Praktik Rafael dalam menerima gratifikasi dan TPPU itu sebelumnya tak pernah terendus KPK. Kasus tersebut mencuat sejak sang anak, Mario Dandy Satriyo, melakukan penganiayaan. Mario juga sering pamer gaya hidup mewah.
Gemas dengan tingkah Mario, publik pun mulai menelisik kehidupannya. Termasuk siapa orang tua Mario.
Dari sana, KPK pun bergerak dengan menelisik harta kekayaan Rafael lewat laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN). Dari laporan itu, KPK menemukan harta tak wajar yang dimiliki Rafel. Dan, membawanya ke muka persidangan untuk menjalani hukuman. (elo/c7/oni)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022