
Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej
JawaPos.com – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) menyatakan bahwa Wamenkum HAM Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej belum mengetahui dirinya ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Koordinator Humas Setjen Kemenkum HAM Tubagus Erif Faturahman mengungkapkan, Eddy tidak tahu-menahu penetapan tersangka yang disebut Wakil Ketua KPK Alexander Marwata sejak dua minggu lalu.
”Karena belum pernah diperiksa dalam penyidikan dan belum menerima sprindik maupun SPDP (surat pemberitahuan dimulainya penyidikan, Red),” kata Erif.
Karena itu, dia menegaskan bahwa instansinya berpegang teguh pada asas praduga tak bersalah. Sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, Kemenkum HAM bakal berpegang pada asas tersebut.
Erif menuturkan, sampai kemarin (10/11) bantuan hukum dari Kemenkum HAM untuk Eddy dikoordinasikan di internal instansi tempat dia bekerja. ”Bantuan hukum dari Kemenkum HAM akan kami koordinasikan lebih dulu,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri menyampaikan bahwa kasus dugaan korupsi di Kemenkum HAM memang sudah naik ke tahap penyidikan. Sebagaimana diketahui publik, bila kasus di lembaga antirasuah itu naik ke penyidikan, sudah pasti ada tersangka. ”Sekarang adalah proses menyelesaikan pengumpulan alat bukti. Kemudian, pemeriksaan saksi juga pasti kami agendakan ke depan,” bebernya.
Ali menuturkan, penyidik KPK butuh waktu untuk menyelesaikan perkara yang mereka tangani. Mereka tidak ingin terburu-buru, apalagi sampai grusa-grusu. Sebab, nanti mereka harus mempertanggungjawabkan seluruh hasil penyidikan di hadapan majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor).
Dia mengungkapkan, penyidikan yang dilakukan KPK turut melibatkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Kerja sama tersebut dilakukan untuk menelusuri aliran uang dan transaksi yang mencurigakan. ”Termasuk untuk perkara dugaan gratifikasi di Kemenkum HAM ini, kami juga sudah mendapatkan banyak data dari PPATK,” ungkapnya.
Data itu lantas dianalisis lebih lanjut dalam penyidikan yang sedang berjalan. Hasil penyidikan tersebut bakal dibuka kepada publik secara terperinci di persidangan. (lyn/syn/c14/ttg)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
