Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 September 2023 | 17.15 WIB

Buron di Empat Negara, Fredy Pratama Bandar Narkoba Beraset Rp 10,5 T Diburu Interpol

DALAM PENCARIAN: Foto wajah Fredy Pratama ditampilkan saat rilis TPPU peredaran narkotika di Mabes Polri (12/9). - Image

DALAM PENCARIAN: Foto wajah Fredy Pratama ditampilkan saat rilis TPPU peredaran narkotika di Mabes Polri (12/9).

JawaPos.com - Ruang gerak Fredy Pratama, bandar narkoba jaringan internasional, tidak lagi leluasa. Dia menjadi buron di empat negara sekaligus: Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Amerika Serikat.

Bareskrim Polri bersama tiga negara itu terus memburu bandar beraset Rp 10,5 triliun tersebut. Bahkan, ayah Fredy Pratama sudah tertangkap.

Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipid Narkoba) Bareskrim Brigjen Mukti Juharsa menjelaskan, kerja sama tidak hanya dilakukan dengan tiga negara tersebut, tetapi juga dengan Interpol. Artinya, 159 negara Interpol ikut membantu upaya penangkapannya. ”Sudah ada red notice-nya. Terbit tahun ini,” kata dia di lobi Bareskrim kemarin (13/9).

Fredy diyakini bakal tertangkap. Namun, jika dia memalsukan identitas, tindakan itu berpeluang mempersulit perburuan. ”Tapi, bapaknya Fredy ini sudah ketangkap,” ungkapnya.

Mukti memastikan, dalam keluarga Fredy bukan hanya si anak yang terlibat. Ayahnya juga turut serta dalam bisnis narkotika.

Fredy Pratama diketahui menjalankan bisnis haram selama lebih dari sebelas tahun. Bareskrim meyakini Fredy mampu bertahan sejak 2013 karena rapinya dalam mengatur jual beli. ”Jadi, Fredy membagi wilayah penjualannya menjadi dua,” beber jenderal bintang satu tersebut.

Wilayah Indonesia Timur dibawahkan Mr W. Wilayah operasinya, antara lain, Kalimantan dan Sulawesi. Lalu, ada juga wilayah Indonesia Barat yang mencakup Sumatera dan Jawa. ”Ini yang membuatnya mampu bertahan,” terangnya.

Sebanyak 890 tersangka dari 408 laporan kepolisian merupakan bawahan atau pihak yang membeli narkotika dari Fredy. Artinya, mereka berada di bawah jaringan Fredy. ”Bahkan, itu lapisan pertama, belum lapisan keduanya,” ujarnya.

Terbongkarnya jaringan Fredy memiliki dampak besar terhadap peredaran narkoba di Indonesia. ”Karena rantai pasokan terputus dari jaringan Fredy Pratama,” paparnya.

Sementara itu, narapidana David diketahui juga termasuk jaringan Fredy, tetapi masih menjalankan bisnis narkotika. David merupakan suami Adelia, selebgram asal Palembang yang ditangkap karena menikmati hasil penjualan narkotika.

Dirjen Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kemenkum HAM Reynhard Silitonga menyatakan, David telah dikirim ke Nusakambangan. Tujuannya, menghentikan bisnis haramnya agar tidak berlanjut. ”Di lapas dengan penjagaan supermaksimum di Karanganyar, Nusakambangan,” jelasnya. Saat ini telah ada 890 bandar dari berbagai daerah yang ditempatkan di Nusakambangan. (idr/c14/fal)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore