
DALAM PENCARIAN: Foto wajah Fredy Pratama ditampilkan saat rilis TPPU peredaran narkotika di Mabes Polri (12/9).
JawaPos.com - Ruang gerak Fredy Pratama, bandar narkoba jaringan internasional, tidak lagi leluasa. Dia menjadi buron di empat negara sekaligus: Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Amerika Serikat.
Bareskrim Polri bersama tiga negara itu terus memburu bandar beraset Rp 10,5 triliun tersebut. Bahkan, ayah Fredy Pratama sudah tertangkap.
Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipid Narkoba) Bareskrim Brigjen Mukti Juharsa menjelaskan, kerja sama tidak hanya dilakukan dengan tiga negara tersebut, tetapi juga dengan Interpol. Artinya, 159 negara Interpol ikut membantu upaya penangkapannya. ”Sudah ada red notice-nya. Terbit tahun ini,” kata dia di lobi Bareskrim kemarin (13/9).
Fredy diyakini bakal tertangkap. Namun, jika dia memalsukan identitas, tindakan itu berpeluang mempersulit perburuan. ”Tapi, bapaknya Fredy ini sudah ketangkap,” ungkapnya.
Mukti memastikan, dalam keluarga Fredy bukan hanya si anak yang terlibat. Ayahnya juga turut serta dalam bisnis narkotika.
Fredy Pratama diketahui menjalankan bisnis haram selama lebih dari sebelas tahun. Bareskrim meyakini Fredy mampu bertahan sejak 2013 karena rapinya dalam mengatur jual beli. ”Jadi, Fredy membagi wilayah penjualannya menjadi dua,” beber jenderal bintang satu tersebut.
Wilayah Indonesia Timur dibawahkan Mr W. Wilayah operasinya, antara lain, Kalimantan dan Sulawesi. Lalu, ada juga wilayah Indonesia Barat yang mencakup Sumatera dan Jawa. ”Ini yang membuatnya mampu bertahan,” terangnya.
Sebanyak 890 tersangka dari 408 laporan kepolisian merupakan bawahan atau pihak yang membeli narkotika dari Fredy. Artinya, mereka berada di bawah jaringan Fredy. ”Bahkan, itu lapisan pertama, belum lapisan keduanya,” ujarnya.
Terbongkarnya jaringan Fredy memiliki dampak besar terhadap peredaran narkoba di Indonesia. ”Karena rantai pasokan terputus dari jaringan Fredy Pratama,” paparnya.
Sementara itu, narapidana David diketahui juga termasuk jaringan Fredy, tetapi masih menjalankan bisnis narkotika. David merupakan suami Adelia, selebgram asal Palembang yang ditangkap karena menikmati hasil penjualan narkotika.
Dirjen Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kemenkum HAM Reynhard Silitonga menyatakan, David telah dikirim ke Nusakambangan. Tujuannya, menghentikan bisnis haramnya agar tidak berlanjut. ”Di lapas dengan penjagaan supermaksimum di Karanganyar, Nusakambangan,” jelasnya. Saat ini telah ada 890 bandar dari berbagai daerah yang ditempatkan di Nusakambangan. (idr/c14/fal)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
