
Maria Pauline Lumowa (rompi oranye), buronan pelaku pembobolan Bank BNI tiba di gedung VIP Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Tersangka pelaku pembobolan kas Bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter o
JawaPos.com - Jajaran Bareskrim Polri melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap tersangka pembobolan bank BNI Maria Pauline Lumowa. Hasilnya, tersangka dinyatakan sehat dan tidak terpapar Covid-19.
Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, usai tes kesehatan tersebut didapat, penyidik segera melakukan pemeriksaan kepada Maria. Sebab, sejak diekstradisi dari Serbia Montenegro, penyidik belum mengambil keterangan Maria.
"Saat ini MPL sudah diperiksa baik rapid test maupun swab, dan tadi pagi keluar hasilnya negatif. Oleh karena itu kita bisa melakukan pemeriksaan lanjutan," kata Listyo di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (10/7).
Dia menyampaikan, sehubungan dengan status Maria sebagai Warga Negara Belanda, Bareskrim pun telah berkirim surat kepada pemerintah Belanda untuk memberitahukan jika ada wargany yang ditahan dan tengah menjalani proses hukum di Indonesia.
"Kita minta kedutaaan Belanda memberikan pendampingan hukum untuk pemeriksaan tersangka," ucap Listyo.
Lebih lanjut, mantan Kadiv Propam Polri itu menuturkan, penyidik telah memeriksa 11 saksi yang juga berstatus terpidana dalam kasus pembobolan bank BNI ini. "Kita akan melanjutkan pemeriksaan saksi-saksi tentang keterlibatan tersangka, kita tracing aset terhadap aliran dana yang masuk ke MPL," pungkas Listyo.
Diketahui, penangkapan terhadap Maria Pauline dilakukan oleh NCB Interpol Serbia pada 16 Juli 2019. Dia kemudian di ekstradisi dari Serbia ke Indonesia setelah menjadi buronan 17 tahun.
Maria Pauline yang menjadi buronan selama 17 tahun, merupakan Bos PT Gramarindo Mega Indonesia yang lahir di Paleloan, Sulawesi Utara, 27 Juli 1958. Dia ditetapkan sebagai salah satu tersangka kasus pembobolan kas Bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif.
Pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003, Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai USD 136 juta dan 56 juta Euro atau sama dengan Rp 1,7 triliun dengan kurs saat itu, kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
