Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Mei 2026 | 21.52 WIB

Kisah Rafi Ridwan, Desainer Disabilitas yang Kembangkan Usaha Fesyen Lewat Dukungan BNI

Rafi Abdurrahman Ridwan, 24 tahun, pemilik usaha Rafi Ridwan x ManZieRa ini membuktikan bahwa disabilitas bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari perjalanan panjang dalam membangun usaha fesyen berbasis kreativitas/(Dok. Rafi untuk Jawapos.com). - Image

Rafi Abdurrahman Ridwan, 24 tahun, pemilik usaha Rafi Ridwan x ManZieRa ini membuktikan bahwa disabilitas bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari perjalanan panjang dalam membangun usaha fesyen berbasis kreativitas/(Dok. Rafi untuk Jawapos.com).

JawaPos.com — Keterbatasan tak menjadi penghalang bagi Rafi Abdurrahman Ridwan, 24 tahun, untuk terus berkarya. Pemilik usaha Rafi Ridwan x ManZieRa ini membuktikan bahwa disabilitas bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari perjalanan panjang dalam membangun usaha fesyen berbasis kreativitas.

Rafi, yang merupakan penyandang tunarungu, mengawali perjalanannya dari bangku sekolah luar biasa (SLB) dengan belajar menjahit. Ia mengaku, bakat menggambar dan desain menjadi modal utama dalam merintis usaha yang kini dikenal lewat produk jilbab dan tenun.

“Dulu saya pertama belajar SLB jahit. Semua karena izin Allah. Allah memberi saya rezeki (bakat) bisa menggambar dan desain,” ujarnya kepada Jawapos.com melalui pesan whatsapp, Senin (4/5).

Sejak usia sembilan tahun, Rafi sudah mulai membuat baju sendiri. Tidak dijual banyak hanya dikerjakan jika ada pesanan saja. Konsistensi itu yang kemudian membuka jalan hingga ia dilirik sebagai pelaku usaha binaan BNI. Bahkan, pada 2016 ia sempat meraih penghargaan dalam ajang 7 Entrepreneur Heroes dari BNI.

“Terkait dengan BNI, mungkin karena saya sudah dari umur sembilan tahun membuat baju, lalu BNI mau beri kesempatan pada saya disabilitas, lalu beberapa team saya juga disabilitas. Dulu pernah mendapat penghargaan dari BNI 7 Entrepreanur Heroes 2016,” tuturnya.

Perjalanan usahanya tak selalu mulus. Rafi sempat menghadapi berbagai cobaan berat, mulai dari banjir besar yang menghancurkan tempat kerjanya hingga pandemi Covid-19 yang membuat aktivitas usahanya terhenti. Bahkan, ia juga kehilangan salah satu anggota timnya.

“Dulu desain baju saja, sampai motif juga membuat sendiri. Lalu saya punya tim kerja semua Tuna Rungu, lalu banjir besar habis semua tempat kerja lalu covid 2020 tim saya ada yang wafat,” ungkapnya.

Rafi Abdurrahman Ridwan, 24 tahun, pemilik usaha Rafi Ridwan x ManZieRa ini membuktikan bahwa disabilitas bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari perjalanan panjang dalam membangun usaha fesyen berbasis kreativitas/(Dok. Rafi untuk Jawapos.com).

Kondisi tersebut membuat usahanya vakum cukup lama, yakni sejak 2020 hingga 2024. Namun, semangat untuk bangkit kembali tak pernah padam. Rafi akhirnya memulai kembali usahanya pada 2024.

Dalam proses kebangkitan itu, peran BNI menjadi salah satu faktor penting. Selama dua tahun terakhir, Rafi mendapat berbagai dukungan, terutama akses untuk mengikuti pameran tanpa biaya.

“Selama dua tahun ini (saya mulai penjualan lagi) saya dapat mengikuti pameran yang diadakan BNI secara free contoh BNI Expo, Dhawafest, Bazaar di Ditjen Pajak dan Bea Cukai,” jelasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore