
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitti Hikmawatty di kantor KPAI, Jakarta Pusat, Rabu (10/4). (Yesika/JawaPos.com)
JawaPos.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memastikan korban penganiayaan sesama anak yang merupakan pelajar SMP, AU, 14, sudah ditangani oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Selain itu, upaya hukum saat ini berjalan baik dan optimal.
"Sudah, tadi pagi sudah kami ada koordinasi dengan LPSK," ujar Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty saat ditemui di kantor KPAI, Jakarta Pusat, Rabu (10/4).
Menurutnya, korban sudah bisa mendapatkan rehabilitasi secara medis, maupun secara psikis. Adapun hal itu dilakukan melalui pemerintah, yakni Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Pontianak.
"Pendampingan pada korban, kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak lain, baik itu LPSK, Wali Kota sudah turun biasanya melibatkan P2TP2A," terang dia.
Sitti mengimbau, kasus AU yang dianiaya oleh 12 siswi SMA di Kota Pontianak tersebut agar diselesaikan secara hukum. Dia menegaskan, Komisi Perlindungan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat juga sudah melakukan pengawasan dengan baik.
KRONOLOGI JUMAT KELABU DI PONTIANAK
AU dijemput DE ke rumah PP, sepupunya. Keduanya diikuti oleh dua sepeda motor yang tidak dikenal.
Pengeroyokan terhadap AU terjadi pada Jumat sore (29/3) di Jalan Sulawesi, lalu berlanjut di Taman Akcaya. Diduga, pelakunya adalah 12 siswi SMA di Pontianak.
Jumat malam (29/3) korban AU muntah-muntah. Namun, dia tidak berani bercerita karena sebelumnya diancam pelaku.
AU akhirnya bercerita kepada orang tuanya pada Rabu (3/4).
Kamis (4/4) AU dan pihak keluarga mengadu ke Polsek Pontianak Selatan dan melakukan visum.
Senin (8/4) AU dan pihak keluarga membuat laporan ke Polresta Pontianak.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
