Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Maret 2018 | 18.57 WIB

414 Kombes Nganggur, IPW Sarankan Polisi Tambah Rekruitmen di SPN

Ilustrasi Polisi - Image

Ilustrasi Polisi

JawaPos.com - Membengkaknya anggota kepolisian diduga adanya kelebihan penerimaan anggota baru di Akademi Kepolisian (Akpol). Sehingga mengakibatkan banyak perwira menengah berpangkat Komisaris Besar (Kombes Pol) tidak memiliki jabatan di internal kepolisian.


Meski demikian, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane justru mendorong agar perekrutan anggota di Sekolah Polisi Negara (SPN) ditambah. Hal ini untuk menambah anggota polisi yang bertugas di lapangan.


"Polri perlu menambah rekrutan di SPN untuk memenuhi personil lapangan," ungkap Neta kepada JawaPos.com, Rabu (28/3).


Neta menilai, selama ini Polri masih mengalami banyak kekurangan anggota yang bertugas di lapangan. Sedangkan terlalu membengkak di sektor staff. Hal itu pula yang mengakibatkan banyaknya pamen jobless.


"Sebab selama ini polri kekurangan personil di lapangan tapi berlebih di jajaran staf, seperti AKBP dan Kombes," lanjut Neta.


Masalah ini tentu harus segera diselesaikan oleh kepolisian, pasalnya akan menimbulkan ketidakseimbangan antara staf dan personil lapangan. Hal ini tentu akan berdampak kepada pengamanan di masyarakat kurang maksimal akibat kekurangan pasukan.


"Artinya ada ketidakseimbangan dan ini harus segera dibenahi Polri. Jika tidak akan muncul masalah serius di internal polri dan polri tidak mampu maksimal menjalankan tugasnya di masyarakat," pungkas Neta.


Sebagaimana diketahui, sebanyak 414 Kombes tidak memiliki jabatan di kepolisian. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, banyaknya perwira yang jobless karena efek domino sejak 1980-an. Sebab Polri selalu menambah kuota rekrutmen anggota.


Di Angkatan Kepolisian (Akpol) misalnya, angkatan  1982, semula hanya menambah kuota rekrutmen anggota Polri sebanyak 46 orang. 1984, mulai bertambah 100 lebih personel. Di 1985 sudah hampir 200 anggota baru yang direkrut.


"86-87 angkatan saya, juga sampai 197. Setelah itu berturut-turut, sekarang sudah 300 yang masuk Akpol," beber Tito saat berbicara di Ruang Rapat Utama, Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (27/3).


Efeknya, lanjut dia, mulai terasa saat ini. Mereka yang lulus sekolah kesatuan dan mengemban pangkat Komisaris Besar (Kombes) jadi menumpuk.


"Bottleneck menuju bintang (Perwira tinggi),” jelas Tito.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore