
Bupati Pamekasan Ahmad Syafii saat digelandang petugas KPK dan polisi
JawaPos.com - Lima tersangka hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) di Pamekasan akhirnya diterbangkan ke Jakarta, Kamis (3/8) dini hari . Mereka terbang dengan menggunakan nomor flight paling awal.
Sebelumnya, Rabu petang (7/8), sebelas orang dibawa ke Surabaya dari Pamekasan. KPK memeriksa mereka di gedung Subdit III Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Mapolda Jatim. Dikawal sekitar 20 polisi bersenjata laras panjang, sebelas orang itu tiba di Surabaya sekitar pukul 15.30. Bupati Pamekasan Ahmad Syafii yang masih memakai baju dinas Safari nampak ikut diperiksa.
Setelah enam jam diperiksa, di Jakarta KPK akhirnya menetapkan lima nama sebagai tersangka. Meskipun begitu, kelima orang itu tidak langsung dibawa ke Jakarta. Mereka menginap di Mapolda Jatim.
Sekitar pukul 03.00, para koruptor tersebut keluar dari gedung menuju Bandara Internasional Juanda. Tidak seperti sebelumnya, pengawalan yang diberikan tidak seketat saat mereka tiba. Tidak ada polisi bersenjata yang mendampingi mereka masuk ke dalam bus. Mobil patwal juga tidak terlihat di depan bus polisi.
Bupati Pamekasan Ahmad Syafii saat dibawa terlihat sudah ganti baju. Dia mengenakan kemeja motif kotak-kotak. Langkahnya cepat namun tidak menunjukkan sikap mau lari menghindari sorot kamera wartawan. Tidak seperti tersangka lain yang memakai masker untuk menutupi wajahnya, Ahmad Syafii memilih berpenampilan apa adanya. Dia bahkan melambaikan tangan ke para pewarta.
Sayangnya, Ahmad Syafii tidak mengucapkan sepatah katapun saat ditanya wartawan. Salah seorang petugas KPK yang ikut mengantar rombongan tersebut mengatakan bahwa seluruh keterangan disampaikan oleh pusat. "Jadwal (terbang)nya jam 05.00. Nanti dijelaskan di Jakarta," ujarnya kepada awak media.
Sebelumnya Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera mengatakan bahwa pihaknya hanya sebatas memfasilitasi KPK sebelum ke Jakarta. KPK memutuskan untuk membawa orang-orang yang terjaring OTT itu ke Mapolda. "Semua murni dari KPK. Kami tidak ikut-ikut. Cuma bantu menyediakan tempat," terang Barung.
Seperti diberitakan sebelumnya, KPK menggelar OTT di Pamekasan, Rabu pagi. Bupati Pamekasan memerintahkan inspektorat untuk memberikan uang kepada Kajari Pamekasan. Uang suap tersebut ditujukan agar Kejaksaan Negeri Pamekasan menyelesaikan perkara yang ditangani secara damai. Dari Pamekasan, KPK menyita uang senilai Rp 250 juta.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
