
Direktur PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengucapkan selamat Hari Kartini ke-147.
JawaPos.com – Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengungkapkan keuntungan PT Pertamina International Shipping (PIS) melonjak hingga empat kali lipat saat dipimpin Yoki Firnandi. Dari sebelumnya sekitar Rp 2 triliun, laba PIS meningkat menjadi kurang lebih Rp 9 triliun.
Hal itu disampaikan Nicke ketika dihadirkan sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi tata kelola minyak dan produk kilang PT Pertamina di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (20/1).
Dalam persidangan, kuasa hukum Yoki Firnandi, Wimboyono Senoadji, menyinggung kinerja keuangan Pertamina yang mencatat pendapatan hingga Rp 70 triliun pada 2024.
Menurutnya, capaian tersebut bertolak belakang dengan dakwaan jaksa yang menyebut kliennya merugikan negara sebesar USD 2,4 miliar atau sekitar Rp 40,6 triliun dengan kurs Rp 16.950 per dolar AS.
Wimboyono kemudian mempertanyakan kepada Nicke terkait kinerja Yoki selama menjabat sebagai Dirut PT PIS, yang merupakan anak usaha Pertamina.
“Pertamina kan dapat pendapatan, revenue terbesar di tahun 2024 sampai Rp 70 triliun. Hal ini kan bertolak belakang dengan dakwaan yang menjerat klien kami akibat dampak operasional dan bisnis Pertamina di tahun 2018–2023, termasuk area tanggung jawab klien kami, Pak Yoki selaku direktur PIS. Sepengetahuan saksi sebagai pemegang saham PIS dan Dirut Pertamina, seperti apa PIS di bawah kepemimpinan Pak Yoki?” tanya Wimboyono.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Nicke menjelaskan bahwa pembentukan subholding di lingkungan Pertamina bertujuan untuk meningkatkan nilai perusahaan melalui optimalisasi portofolio bisnis agar lebih fokus dan lincah.
Menurutnya, Pertamina tidak diperbolehkan mengambil keuntungan besar dari pelaksanaan program public service obligation (PSO) yang ditujukan bagi masyarakat.
“Artinya begini, jangan mencari keuntungan dari public service obligation karena ini untuk masyarakat. Oleh karena itu, subholding juga sesuai dengan arahan dari pemegang saham itu diberikan tantangan,” ujar Nicke.
Ia menjelaskan, selama ini PT PIS banyak melayani rute domestik yang mayoritas berkaitan dengan PSO. Dalam konteks tersebut, PIS tidak diperbolehkan mematok tarif tinggi untuk pengangkutan energi.
Namun demikian, Nicke menyebutkan bahwa PIS tetap harus berkembang. Salah satu strategi yang ditempuh adalah mendorong PIS masuk ke pasar internasional sebagai bagian dari program Kementerian BUMN.
“Tapi PIS perlu berkembang, maka salah satu program dari Kementerian BUMN adalah PIS ini harus masuk ke pasar. Harus IPO itu target. Di dalam Kementerian BUMN, PIS harus masuk IPO,” beber Nicke.
Untuk menarik minat publik menjelang rencana penawaran saham perdana (IPO), PT PIS kemudian melakukan ekspansi bisnis pengangkutan energi ke pasar luar negeri. Langkah tersebut dinilai membawa dampak signifikan terhadap pertumbuhan perusahaan.
“Di mana Pak Yoki menjadi Dirut di PIS, pertumbuhan pasar luar ini besar,” ungkap Nicke.
Ia menegaskan, dirinya selalu mengingatkan jajaran manajemen PIS agar tidak mencari keuntungan dari pengangkutan domestik yang berkaitan dengan PSO.
Sebaliknya, keuntungan diperbolehkan diperoleh dari aktivitas bisnis di pasar internasional.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
