Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Agustus 2024 | 16.25 WIB

Olah TKP Kematian Mahasiswi PPDS Undip, Polisi Temukan Buku Harian dr Aulia "Tidak Kuat Lagi"

Ilustrasi mayat. - Image

Ilustrasi mayat.

JawaPos.com - Merebak kabar bahwa Aulia bunuh diri akibat tekanan perundungan di tempatnya menuntut ilmu. Di buku harian atau diary yang ditemukan polisi di TKP, ada tulisan yang menyebut kalau dia sudah tidak kuat lagi.

Hasil olah TKP, selain diary, polisi juga menemukan obat-obatan di kamar kos korban. Andika menyampaikan akan melakukan pendalaman dan penyelidikan mengenai motif korban nekat bunuh diri.

”Ya, kita lihat, kita baca, dan sinkronkan apakah benar dengan yang dialami korban. Ada obat-obatan yang perlu kami dalami. Sakit apa yang bersangkutan,’’ jelasnya.

Menanggapi di dalam buku diary terdapat curhat terkait adanya dugaan bullying, Andika tidak menjelaskan secara detail. Pihaknya menyampaikan adanya persoalan yang diduga terkait pembelajaran yang sedang diikuti.

Undip membantah kabar tersebut. Rektor Undip Suharmono melalui Manajer Layanan Terpadu dan Humas Universitas Diponegoro Utami Setyowati mengatakan, meninggalnya mahasiswi tersebut karena sakit.

’’Mengenai pemberitaan meninggalnya almarhumah berkaitan dengan dugaan perundungan yang terjadi, dari investigasi internal kami, hal tersebut tidak benar,’’ katanya saat memberikan keterangan pers kemarin (15/8).

Almarhumah, lanjut Utami, memiliki problem kesehatan yang dapat memengaruhi proses belajar yang sedang ditempuh. ”Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai konfidensialitas medis dan privasi almarhumah, kami tidak dapat menyampaikan detail masalah kesehatan yang dialami selama proses pendidikan,’’ lanjutnya.

Ketika ditanya soal mahasiswa tersebut meninggal karena bunuh diri, Utami tak menjawab. ’’Yang itu (dugaan bunuh diri, Red) merupakan kewenangan polisi. Kami tidak bisa menyampaikan,’’ tegasnya.

Diakuinya, almarhumah memang pernah mengajukan pengunduran diri karena kondisi kesehatannya. Tapi, karena merupakan penerima beasiswa sehingga secara administratif terikat dengan ketentuan penerima beasiswa, dia mengurungkan niat tersebut.

Ada sumber yang menyebut Aulia tidak bisa mengundurkan diri karena studinya dibiayai beasiswa. Jika mundur, kena penalti Rp 500 juta.

Meski membantah soal perundungan, Utami menyatakan, Undip terbuka dengan fakta-fakta valid lain di luar hasil investigasi yang telah pihaknya lakukan. Dia menyatakan siap berkoordinasi dengan pihak mana pun untuk menindaklanjuti tujuan pendidikan dengan menerapkan zero bullying di Fakultas Kedokteran Undip.

Berkenaan dengan surat Dirjen Yankes Kementerian Kesehatan Nomor TK.02.02/D/44137/2024, lanjut dia, tim Fakultas Kedokteran Undip bersama dengan tim RSUP dr Kariadi telah melakukan pertemuan dengan Dirjen Yankes. Pertemuan tersebut menyampaikan klarifikasi mengenai beberapa hal. Namun, dia tak menyebutkan poin yang dimaksud. (ifa/mg11/mg12/ton/mha/lyn/mia/c6/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore