
Suasana pemakaman Muhammad Naufal Zidan mahasiswa UI yang dibunuh oleh seniornya.
JawaPos.com - Kesedihan mendalam jelas dirasakan ayah dan ibu Muhammad Naufal Zidan, mahasiswa UI yang dibunuh kakak tingkatnya atau seniornya. Bagaimana tidak, mereka harus kehilangan anak yang dikasihi saat menimba ilmu di universitas ternama. Terlebih, Zidan justru dibunuh oleh seniornya yang seharusnya bisa menjadi panutannya di kampus.
Kendati sedih, orang tua Zidan ikhlas melepas kepergian anaknya untuk selama-lamanya. Namun, mereka minta pelaku dihukum sepadan dengan perbuatannya. Bahkan, sang ayah berharap pelaku dihukum mati lantaran telah menghilangkan nyawa anaknya.
“Gapopo nak, mama ikhlas nak, ikhlas,” ungkap Elvira Rustina, ibu Zidan ketika berada di tempat pemakaman umum (TPU), Jogoyudan, Lumajang, Sabtu (5/8) siang, seperti dilansir Radar Jember (Jawa Pos Group).
Kalimat itu terus diulangi sang ibu bersama sang ayah, Sohibi Arif, sampai proses pemakaman jenazah almarhum Zidan. Sebelumnya, jenazah Zidan tiba di Jl. PB Sudirman, gang AA nomor 21, Kelurahan Tompokersan, Lumajang sekitar pukul 11.45 WIB. Jenazah Zidan di antar kendaraan ambulans berwarna putih. Isak tangis keluarga pun pecah ketika peti jenazah diturunkan.
Elvira Rustina tak kuasa menahan kesedihan ketika turun dari mobil ambulans. Air mata mengucur deras membasahi kerudung yang dia kenakan, sampai-sampai dia harus dituntun berjalan masuk ke dalam rumah. Sedangkan sang ayah, Sohibi Arif ikut menguatkan istrinya dari belakang sambil sesekali mengusap air matanya.
Sejak pagi, cukup banyak pelayat dan tetangga yang sudah berkumpul di rumah duka, mereka ingin menyaksikan jenazah Zidan untuk terakhir kalinya sebelum dimakamkan. Jenazah langsung disalatkan di musala yang bersebelahan dengan rumah duka. Sekitar pukul 12.30 lalu dibawa ke TPU.
Sohibi Arif, sang ayah, mengaku ikhlas dengan kepergian anaknya. Namun, dia tetap tidak terima jika si pembunuh tidak dihukum sepadan. “Saya berharap, pelakunya harus mati karena anak saya sudah tidak ada nyawanya, pelakunya juga harus tidak ada nyawanya. Itu baru adil, bagi saya seperti itu,” ucap Sohibi Arif.
Sebelumnya, peristiwa pembunuhan menimpa mahasiswa Fakultas Sastra Rusia Universitas Indonesia (UI) berinisial MNZ, 19. Dia ditemukan tewas di dalam kosannya di wilayah Kukusan, Beji, Kota Depok.
Wakasatreskrim Polres Metro Kota Depok AKP Nirwan Pohan mengatakan, kasus tersebut dilaporkan ke Polres pada Jumat (4/8) pagi pukul 10.00 WIB. Mayat ditemukan dalam kondisi mengenaskan terbungkus plastik sampah dua lapis.
"Mayat terbungkus dalam plastik warna hitam, di bawah kolong tempat tidur. Dalam kamar itu berantakan, tapi terlihat sempat dibersihkan," kata Nirwan di Polres Metro Depok, Jawa Barat, Jumat (4/8).
Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), penyidik meminta keterangan sejumlah saksi. Hasil penyelidikan membuahkan hasil dengan menangkap pelaku berinisial AAB, 23, dalam waktu 3 jam.
Pelaku diketahui senior korban di kampus. "Adik kelas satu jurusan di Fakultas Sastra Rusia, korban adik kelas pelaku dan memang berteman saling mengenal," imbuh Nirwan.
Berdasarkan pemeriksaan, korban diduga tewas pada Rabu (2/8). Saat itu, korban tidak bisa dihubungi oleh keluarganya. Kemudian keluarga mengirim orang untuk mengecek korban di kosannya. Saat pintu dibuka, korban ditemukan tak bernyawa di dalam kantong plastik di kolong tempat tidur.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan atau Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan beencana dan atau Pasal 351 ayat (5) KUHP. Pelaku terancam hukuman maksimal pidana mati.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
