
Tim Dokkes Polri saat memeriksa kondisi Sultan Rifat di rumahnya, Bintaro, Kamis (3/8) pagi.
JawaPos.com - Menko Polhukam Mahfud MD mendorong kasus Sultan Rif'at Alfatih yang menjadi korban terjerat kabel fiber optik milik PT Bali Towerindo diselesaikan dengan secara kekeluargaan atau mediasi. Paling penting lagi kasus itu mendapat jalan keluar.
"Untuk PT Bali Tower, menurut saya memang perlu saling pendekatan yang lebih manusiawi, kekeluargaan, tidak ada lagi bicara formalitas uang, formalitas hukum, keadilan, dan sebagainya," ucap Mahfud kepada wartawan, Sabtu (5/8).
Mahfud mengatakan pihak keluarga Sultan menunjukkan sikap kooperatif saat ditemui. Hal itu menunjukkan ada peluang dilakukan mediasi.
Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menuturkan, yang paling utama dalam setiap penyelesaian konflik diawali dengan mediasi. Setelah mediasi, kedua pihak yang berkonflik bertemu dan mencari solusi atas masalah yang dihadapi. Sebab, tujuan dari hukum adalah menyelesaikan konflik.
"Kalau hukum kan, hukum itu kan mengakhiri konflik sebenarnya. Kalau sampai ke pengadilan atau berperkara itu kan karena konfliknya tidak selesai dengan cara baik-baik, sehingga harus lembaga pengadilan yang mengurus," jelasnya.
Sebagaimana diketahui, Sultan Rif'at Alfatih merupakan korban terjerat kabel fiber optik milik PT Bali Towerindo yang melintang di Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan pada 5 Januari 2023. Pihak keluarga meminta keadilan atas nasib yang dialami Sultan Rif'at Alfatih.
Keadilan itu hingga kini dianggap belum dicapai sehingga keluarganya mengirim surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo dan Menkopolhukam Mahfud MD. Dalam surat itu, keluarga membeberkan kondisi yang dialami Sultan Rif'at Alfatih. Mereka meminta mendapatkan keadilan atas kasus itu.
Kini akibat kejadian itu, Sultan Rif'at Alfatih yang juga Universitas Brawijaya, itu mesti makan dan minum melalui selang NGT silikon yang dimasukkan ke hidung. Setiap bulan selang NGT silikon itu mesti diganti.
"Area tenggorokan saya mengalami kerusakan parah yang mengakibatkan rusaknya saluran makan dan saluran pernafasan saya," ujar Sultan Rif'at Alfatih dalam surat yang diunggah pengacaranya, Tegar Putuhena dalam Twitter, dikutip Kamis (3/8).
Memakai selang NGT silikon, Sultan menelan air ludah pun tidak bisa. Setiap dua menit dia hasu mengeluar air liur. Setiap mau tidur, air liur beserta lendir yang masuk ke saluran pernapasan harus disedot dengan mesin sedot.
Atas kondisi ini, Sultan meminta perhatian khusus dari Jokowi dan Mahfud MD. Semua itu demi kesembuhan dan mendapat pengobatan secepatnya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
