
Mensos Saifullah Yusuf dalam rapat penyaluran bantuan sosial (Bansos) di Kementerian Sosial Jakarta. (Istimewa)
JawaPos.com - Target penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler triwulan II 2025 rampung pada Juni 2025 sepertinya bakal sulit tercapai. Sebab, dalam perjalanannya, ada 1.323.459 rekening keluarga penerima manfaat (KPM) yang mengalami gagal salur.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyebut ada sejumlah kendala yang diduga menjadi penyebab gagal transfer. Di antaranya, rekening tidak aktif atau tidak ditemukan. Ada perbedaan antara nama penerima dan nomor rekening yang disampaikan.
“Tentu kami dengan BPS nanti akan berkoordinasi dengan Himbara untuk menelusuri ini,” ujarnya dalam temu media di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, Rabu (18/6).
Kemensos berencana dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait kondisi ini. Apalagi, gagal salur bansos 2025 ini baru terjadi di triwulan kali ini. Sebelumnya, pencairan di triwulan I, bansos berhasil disalurkan 100 persen.
"Supaya kita bisa tahu lebih jauh apakah rekening-rekening ini memang valid untuk menerima bansos. Atau, mungkin ini ada hal-hal aneh yang perlu ditindaklanjuti," papar menteri yang akrab disapa Gus Ipul tersebut.
Misalnya, adanya transaksi mencurigakan yang terjadi di rekening tersebut. Mensos memastikan, bansos bisa distop jika KPM terindikasi hal-hal yang melanggar aturan.
Untuk diketahui, di triwulan kedua ini, Kemensos menyalurkan bansos berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Sejauh ini, untuk penyaluran bansos Program Keluarga Harapan (PKH) telah disalurkan kepada 7.991.160 KPM atau 80 persen dari total penerima.
Kemudian, bansos sembako telah disalurkan kepada 14 juta lebih KPM atau 78 persen dari jumlah total penerima. "Kita harapkan minggu ini tuntas, kecuali memang yang gagal salur tadi ya," ungkapnya.
Selain yang gagal salur, ada pula sekitar 3,6 juta KPM yang belum menerima bansos karena pindah penyaluran dari PT. Pos ke Himbara. Saat ini, mereka tengah menjalani proses pembukaan rekening baru secara kolektif.
Oleh karenanya, Gus Ipul turut menyampaikan terkait rencana penyaluran penebalan bansos yang awalnya dijadwalkan usai distribusi bansos reguler rampung pun diubah. Tambahan atau penebalan bansos untuk KPM penerima bansos sembako akan dilakukan beriringan dengan bansos reguler.
“Ini sudah siap ditransfer penebalan bansosnya. Kita tinggal tunggu koordinasi dengan himbara,” paparnya.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kemensos soal penyaluran bansos ini. Termasuk, terkait 1,3 juta KPM yang gagal salur. Sehingga, mereka yang berhak menerima akan mendapatkan haknya. (mia)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
