
Petugas Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melakukan penertiban bangunan liar di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau. (Humas Kemenhut)
JawaPos.com - Namanya taman nasional, tetapi kondisi tutupan hutannya memperhatikan. Kondisi itu tergambar di Taman Nasional Tesso Nilo di Riau. Data Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyebutkan, hanya 24 persen dari luas taman nasional ini yang berupa hutan.
Tesso Nilo dahulunya merupakan kawasan Hutan Produksi Terbatas dan Hutan Tanaman Industri. Kemudian ditunjuk atau ditetapkan sebagai Taman Nasional sejak 2004. Dengan luasan yang kini mencapai 81.793 hektare dari total luas itu hanya sekitar 24 persen atau sekitar 19.000 hektare yang masih berupa hutan. Sisanya telah berubah menjadi areal terbuka yang didominasi permukiman dan kebun sawit ilegal.
Kondisi itu melanggar ketentuan UU 5/1990 jo. UU 32/2024, yang intinya melarang perubahan keutuhan kawasan pelestarian alam. Untuk menangani permasalahan tersebut, pemerintah terus mengambil langkah-langkah nyata. Di antaranya penegakan hukum terpadu.
Melalui operasi bersama dengan aparat penegak hukum, dilakukan penindakan terhadap pelaku ilegal logging dan perambah. Termasuk penangkapan pelaku, perobohan pondok liar, penyitaan alat berat, serta pemusnahan kebun sawit ilegal.
Selain itu, pemerintah membentuk Tim Revitalisasi Ekosistem Tesso Nilo, yang kini diperkuat dengan pendekatan berbasis masyarakat. Pemerintah juga mendorong partisipasi aktif masyarakat lokal, baik asli maupun pendatang, dalam pengelolaan kawasan melalui penguatan kapasitas dan kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Upaya pemulihan ekosistem juga terus diupayakan. Misalnya sampai dengan 2021, telah dilakukan pemulihan ekosistem seluas 3.585 hektare. Meliputi rehabilitasi hutan, daerah aliran sungai, dan kegiatan restorasi oleh Balai Taman Nasional Tesso Nilo. (wan)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
