
ILUSTRASI: Kepolisian Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) masih melakukan penyelidikan atas terjadinya insiden sewaktu konvoi simpatisan PDI Perjuangan di Kota Jogjakarta.
JawaPos.com - Kepolisian Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) masih melakukan penyelidikan atas terjadinya insiden sewaktu konvoi simpatisan PDI Perjuangan di Kota Jogjakarta pada Minggu (27/1) sore. Setidaknya terdeteksi 5 titik kerusuhan dalam peristiwa tersebut.
Wakapolda DIJ, Brigjen Pol Bimo Anggoro Seno mengatakan, titik-titik kerusuhan itu di antaranya di Kecamatan Ngampilan, dan Nitikan. "Ada beberapa tempat, kurang lebih ada 5 titik. Itu kenakalan remaja lah, saya katakan seperti itu. Tapi mereka dilaporkan secara hukum," katanya, Senin (28/1).
Sebagaimana diketahui, elemen Aliansi Masyarakat Yogyakarta mengadakan acara 'Deklarasi Jogja Dukung Jokowi' pada Minggu (27/1) di kompleks Stadion Mandala Krida Jogja. Seusai acara, sejumlah bentrokan menurut laporan kepolisian terjadi di sejumlah lokasi. Peristiwa tersebut terjadi di jalanan sekitar Kota Jogja.
"Jadi mereka pulang dari Mandala (Stadion), rata-rata mereka masih remaja. Tidak ada maksud apa-apa. Kami atensi semua, untuk menjaga kondisi yang stabil jelang pemilu," katanya.
Lanjutnya, peristiwa juga sempat terjadi di sekitar Masjid Jogokariyan, Kota Jogjakarta. Namun kejadiannya berada di luar masjid, dan bukan pelemparan batu ke masjid. "Di masjid itu di luar, tidak serta-merta dilempari. Sudah diselesaikan muspika di situ. Ada Danramil dan Kapolsek sudah tidak ada masalah," katanya.
Dari peristiwa ini, masih belum ada yang diamankan. Selain itu juga belum ada laporan adanya kerusakan. "Nggak ada perusakan, hanya luka bacok malah yang ikut di Mandala," katanya.
Atas peristiwa ini, lanjutnya, akan menjadi pengalaman untuk meningkatkan keamanan. Terlebih mendekati Pemilu nanti. "Kami akan tambahkan anggota, itu izinnya 2 ribu yang datangnya 10 ribu. Tidak diperkirakan, ada pengamanan yang perlu ditingkatkan," katanya.
Sementara itu, Ketua PDI Perjuangan DIJ Bambang Praswanto menambahkan, pihaknya mempercayakan kepada pihak kepolisian atas kasus ini. "Tunggu hasil investigasi dari kepolisian. Saya kira polisi sudah membuat (tim investigasi). Mengusut dengan tuntas, siapa yang melakukan, memprovokasi, dan siapa yang salah," ucapnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
