
Komandan Lanud Silas Papare Marsekal Pertama Tri Bowo. Evarukdijati/Antara
JawaPos.com–Pesawat Casa CN A-2909 diduga ditembak dengan senjata jenis M-16 oleh orang tak dikenal (OTK) sesaat hendak mendarat di Bandara Oksibil, Ibu Kota Kabupaten Pegunungan Bintang pada Senin (23/3).
Komandan Lanud Silas Papare Sentani Marsekal Pertama Tri Bowo seperti dilansir dari Antara pada Senin (23/3) mengatakan, dari lubang yang terdapat di dinding pesawat diperkirakan karena peluru kaliber 5,56 mm dari senjata api yang diduga berjenis M-16. Namun untuk memastikannya masih perlu dilakukan penyelidikan termasuk apakah senjata api yang digunakan berasal dari helikopter MI 17 yang jatuh dalam penerbangan Oksibil-Sentani pada Juni 2019.
”Memang benar pesawat Casa CN A-2909 ditembaki OTK ketika hendak mendarat di Lapangan Terbang Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang pada Senin (23/3),” kata Tri Bowo.
Pesawat TNI AU dengan pilot Mayor (P) Ari Wicaksono membawa sekitar tiga ton bahan makanan dan bahan campuran milik Pemda Pegbin. Menurut Tri Bowo, setelah menurunkan barang yang diangkut pesawat langsung kembali ke Lanud SP di Sentani.
”Dari pengecekan terdapat tujuh bekas tembakan yang diduga dari senjata jenis M-16. Pesawat ditembaki saat hendak mendarat dan saat ini sedang dilakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi pesawat,” jelas Tri Bowo.
Dia menjelaskan, berbagai barang yang dibawa CASA itu merupakan pesanan Bupati Pegunungan Bintang yang meminta bantuan mengangkut bahan bangunan untuk membangun gereja. Permintaan bantuan tersebut diajukan resmi sehingga disetujui dengan mengerahkan pesawat Casa CN A-2909. ”Kami masih belum dapat dipastikan kelompok mana yang melakukan penembakan,” ujar Tri Bowo.
Sementara itu, Kapendam XVII Cenderawasih Kol CPL Eko Daryanto secara terpisah mengaku, belum bisa memastikan apakah senjata api yang digunakan berasal dari reruntuhan helikopter MI 17 atau bukan. Sebab, hal itu masih butuh penyelidikan intensif untuk memastikannya.
Helikopter MI 17 yang jatuh di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang membawa 12 kru dan penumpang dengan 11 pucuk senjata api berbagai jenis. ”Saat evakuasi jenazah pada Sabtu (15/2), 11 pucuk senjata api tidak ditemukan di reruntuhan helikopter dan diduga sudah diambil warga,” ujar Eko.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=CloZi1hAkIA
https://www.youtube.com/watch?v=dYpAr8krLjs
https://www.youtube.com/watch?v=PaqEU2bPHdQ
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022