
Photo
JawaPos.com - Gelaran Pemiliihan Umum (Pemilu) 2019 di Kota Malang, Rabu (17/3) kemarin menyisakan duka. Salah satu petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 4, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru dikabarkan meninggal dunia.
Diduga penyebabnya karena kelelahan setelah menjalani serangkaian tugas pemilu. Petugas tersebut yakni Agus Susanto, 40, warga RT 06 RW 01, Kelurahan Tlogomas.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang Zaenudin mengatakan, peristiwa ini bisa dikatakan sebagai musibah. Meninggalnya Agus pun bisa dibilang mendadak. Padahal, sebelumnya dia masih mengirimkan kotak suara di tingkat Kelurahan.
"Kami di Pemilu 2019 ini juga turut berbela sungkawa karena salah satu petugas kami di TPS 4, Kelurahan Tlogomas. Tadi malam informasinya habis menyelesaikan tugasnya, dan sudah pengiriman kotak di tingkat Kelurahan, kemudian istirahat dirumah dan beliau dipanggil oleh Allah," ujarnya pada JawaPos.com, Kamis (18/4).
Berdasarkan informasi, Agus diketahui meninggal dunia pada Kamis (18/4) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Sebelumnya, pada pukul 02.00 WIB, dirinya baru saja selesai mengantarkan kotak suara di tingkat kelurahan. Setelah itu pulang dan istirahat. Namun, secara tiba-tiba, Agus meninggal dunia.
Zaenudin menyampikan, Agus tidak menunjukkan tanda menderita sakit sebelum meninggal dunia. "Tidak ada tanda-tanda sakit, ini takdir," imbuhnya.
Hanya saja, selama satu minggu sebelum penyelenggaraan Pemilu, Agus menjalani serangkaian persiapan jelang pemilu. "KPPS rata-rata seminggu sebelum pemilu sudah aktif. Pasca dilantik kan sudah bimtek, sosialisasi, bagi-bagi c6, bikin TPS, jaga TPS, pungut hitung sampai antar di kelurahan," paparnya.
Kemungkinan besar, Agus diduga meninggal dunia karena kelelahan. Peristiwa ini nantinya juga akan masuk dalam evaluasi penyelenggaraan Pemilu dan akan dilaporkan ke Provinsi.
"Kami atas nama KPU Kota Malang mengucapkan belasungkawa dan insha allah hari ini akan ke rumah duka," kata dia.
Sementara itu, terkait apakah adanya asuransi untuk peristiwa seperti ini, Zaenudin menyampaikan bila hal itu tidak masuk dalam fasilitas penyelenggaraan Pemilu. Namun, pihaknya akan memberikan santunan seikhlasnya.
"Insha allah kami dari masing-masing pribadi akan dilakukan. Kami menganggap semua penyelenggara adalah saudara. Tapi apakah ada back up asuransi dan yang lain, memang sementara ini untuk asuransi itu tidak terfasilitasi dalam anggaran Pemilu 2019," terangnya.
Zaenudin mengungkapkan, sebelumnya juga pernah terjadi peristiwa serupa pada Pemilu 2014 lalu. "5 tahun yang lalu, di Sukun juga ada (yang meninggal) pada saat Pemilu 2014. Ini kejadian kedua kalinya," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022