
Polda Metro Jaya kerahkan 1.000 personel antisipasi peredaran narkoba jelang pergantian tahun baru
JawaPos.com - Pergantian tahun dan peredaran narkoba bisa diibaratkan dua sisi koin. Tidak bisa dipisahkan. Fakta yang tidak bisa dibungkam adalah permintaan narkoba yang menggemuk. Padahal, pihak Korps Bhayangkara terus menggulung para pemasoknya.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Argo Yuwono menyampaikan, pihaknya telah memetakan anggota untuk menghentikan peredaran narkoba.
Personel yang dikerahkan lebih dari seribu orang. Pengamanan dilakukan sebelum perayaan Natal hingga setelah pergantian tahun.
Kelab malam menjadi salah satu objek pengamanan oleh petugas. Kepolisian tidak bekerja sendirian. Mereka menggandeng personel TNI untuk melakukan pengamanan Natal dan tahun baru. "Kalau dari Mabes Polri, ada sekitar 94.946 personel yang dibagi ke polda-polda," ujarnya kepada Jawa Pos Sabtu (15/12).
Mantan Kapolres Nunukan, Kalimantan Timur, itu menjamin tidak ada anggota kepolisian yang akan terlibat dalam peredaran narkoba. Namun, jika ada anggota yang terlibat, sanksi berat menanti.
Argo juga meminta seluruh pengelola kelab malam tidak coba-coba mengedarkan narkoba. Terutama kelab malam yang ada di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Razia jelas akan dilakukan. Baik secara diam-diam maupun terang-terangan. "Kami akan mantengin dari jauh. Nggak main-main pokoknya. Selama masih di wilayah hukum Polda Metro Jaya, kami akan kejar," tegas polisi berpangkat tiga melati itu.
Mabes Polri mencatat, ada sedikitnya 57.946 objek yang akan diamankan pada pergantian tahun. Anggota dari lintas direktorat di polda dikerahkan. Bukan hanya anggota dari direktorat kriminal umum, personel direktorat narkoba juga diterjunkan.
Dia juga menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan banyak pihak. Salah satunya Badan Narkotika Nasional (BNN). Kerja sama dilakukan untuk menekan angka peredaran narkoba.
Sementara itu, hingga kemarin (16/12) Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan Malam Jakarta Erick Halauwet tidak merespons telepon Jawa Pos. Koran ini berusaha menghubungi Erick pada Kamis (13/12) dan Jumat (14/12). Tidak hanya melalui telepon, Jawa Pos juga menghubungi lewat pesan singkat (WhatsApp). Namun sayang, Erick tidak membalas.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
