
KEKERASAN ANAK: Kedua kakak beradik masih diamankan di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Makassar untuk pemulihan kondisi fisik dan mentalnya.
JawaPos.com - Kasus penganiayaan fisik serta penelantaran terhadap ketiga bocah oleh ibu angkatnya sendiri di Kota Makassar diduga sudah dilakukan sejak lama. Bahkan kasus penganiayaan tersebut sudah menjadi tontonan hampir setiap saat warga di Jalan Mirah Seruni, Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.
Kondisi lazim itu diungkapkan Pattahari, 41, warga kelurahan Pandang, Makassar. Ia menuturkan, beberapa kali menemukan ketiga anak itu mendapat perlakuan kasar. Mulai dari dilempar masuk ke dalam mobil hingga perlakuan fisik, menarik hingga menyeret salah satu dari ketiga anak angkatnya itu.
"Pernah lagi saya liat ditarik karena terlambat mungkin mau naik di mobilnya jadi langsung dilempar kayak barang saja itu anak di dalam mobil," terangnya kepada awak media saat ditemui di pelataran rumah orangtua angkat korban, Senin (17/9) malam.
Orang tua angkat korban, yang diduga melakukan penganiayaan adalah Acci alias Memei alias Gensel, 40. Sementara ketiga korban, masing-masing adalah, OW 11 dan adiknya DV 2,5 dan bocah perempuan US 5.
Diakui warga setempat, sekali waktu mendapati lagi kejadian serupa. Menyiksa anak-anak di bawah umur ini. "Sampai pernah juga saya liat itu yang bungsu kasih keluar tangannya sampai di jendela, dia minta makan, kasian dia kayak melambai-melambai begitu," terang Pattahari.
Alasan mendasar warga sendiri enggan melaporkan perlakukan represif ini ke pihak kepolisian adalah tuntutan hukum. "Pernah ada mungkin supir (taksi online) datang juga ke rumah itu, pas di depan sempat kalau ndak salah, diliat bawa pistol. Itu kadang kita juga ragu kalau mau laporkan, jangan sampai justru kita yang kena, padahal niatnya kita mau menolong nanti kita lagi kena Undang-undang," terangnya.
Di luar itu, warga mengenal karakter Memei yang sangat keras terhadap siapapun, termasuk warga di lingkungan setempat. Memei bahkan disebut-sebut tidak terlalu bersosialisasi dengan warga sekitar. Selain kesehariannya yang dikenal warga tertutup, terduga pelaku ini juga sangat tidak ramah dengan warga.
Di rumah toko (Ruko) lantai 3 lantai ini, kedua anak itu disebutkan disimpan di lantai 2. Untuk lantai 1, Memei mengelola usaha butik. "Biasa kalau keluar pagi, sudah pulang jam 10 atau jam 11 malam, dia belikan itu susu anak-anak. Dia jamin makannya segala macam tapi begitulah," ucapnya.
Pattahari sendiri, merupakan orang yang pertama kalinya mendapati salah satu dari ketiga korban saat berusaha untuk melarikan diri, Minggu (16/9) kemarin. "Itu yang bungsu dia lari keluar, pas ada security jadi saya tanya ambil itu anak. Pas ditanya lagi katanya dia buru kakak (OW). Dia cari kakak, kakak sudah pergi," katanya menirukan perkataan si bungsu DV.
Tak lama kemudian, sejumlah warga setempat bersama DV dan US mengamankan keduanya dan dibawa ke pihak Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Makassar, yang jaraknya tak begitu jauh dari lokasi setempat.
Ketua RT V Kelurahan Pandang Nuraini menambahkan, Memei merupakan warga yang tak mendaftarkan diri. "Dia memang wargaku tapi tidak pernah bilang datang sampaikan sama saya kalau sudah jadi warga disini," tambahnya.
Nuraini juga tak menampik, acap kali mendapatkan laporan warga lainnya terkait begitu tertutupnya Memei hingga, pernah mendengarkan teriakan-teriakan tanda kesakitan bocah-bocah ini. Namun, alasan senada persoalan hukum, menjadi ketakutan warga setempat.
"Warga disini sudah berapa kali dengar laporan itu, tapi itu kasian kita ini agak takut-takut juga," ucapnya.
Sejauh ini kedua kakak beradik itu masih diamankan di rumah aman P2TP2A Makassar untuk pemulihan kondisi fisik dan mental. Pihak P3A Pemkot Makassar sementara berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk proses penanganan lebih lanjut.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
