JawaPos Radar

Kibarkan Bendera Mirip HTI, Rumah Kontrakan Mahasiswa Digeledah

16/08/2018, 22:15 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Penggeledahan
ILUSTRASI: Sebuah rumah kontrakan yang berlokasi di Perumahan Villa Tembalang Blok A 8 RT 05 RW 05, Kota Semarang, digeledah oleh petugas kepolisian Sektor Tembalang pada Rabu (15/8) malam. (Alwi Alim/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Sebuah rumah kontrakan yang berlokasi di Perumahan Villa Tembalang Blok A 8 RT 05 RW 05, Kota Semarang, digeledah oleh petugas kepolisian Sektor Tembalang pada Rabu (15/8) malam. Penggeledahan dilakukan lantaran salah satu penghuninya kedapatan mengibarkan bendera mirip kepunyaan ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Kapolsek Tembalang, Kompol Budi Rahmadi saat dikonfirmasi, mengungkapkan kejadian tersebut bermula saat seorang warga melaporkan adanya sebuah pemandangan janggal saat melewati rumah yang diketahui dihuni tujuh mahasiswa Universitas Diponegoro dan satu orang Akpelni, Rabu (15/8) malam sekitar pukul 17.00 WIB. Ia melihat bendera Indonesia yang dipasang pada tiang kanopi rumah, di bawah bendera berwana hitam dan bendera negara Palestina.

Melihat bendera hitam bertuliskan aksara Arab atau mirip dengan kain yang sering dikibarkan dalam kegiatan HTI tadi, warga yang diketahui bernama Hadi itu kemudian memotretnya dengan kamera handphone-nya. Dan dikirimkan ke dalam grup whatsApp RT setempat.

Kiriman Hadi pun langsung mendapat respons dari para tetangga hingga akhirnya warga di sana memutuskan melaporkan kejadian ini ke petugas Polsek Tembalang, sekitar pukul 19.00 WIB. Petugas yang langsung menuju lokasi lantas melakukan pengecekan. Dalam prosesi itu, didatangkan pula pemilik rumah, bernama Untung, serta pemangku wilayah setempat.

"Penghuni rumah yang kedapatan memasang bendera tersebut kita minta untuk menurunkan bendera hitam bertulis aksara Arab dan bendera Palestina," ungkap Budi Rahmadi saat ditemui di Mapolsek Tembalang, Kamis (15/8).

Budi menerangkan, pihaknya dalam hal ini juga mengundang Unit Inafis Polrestabes Semarang guna dilakukannya penggeledahan. Namun demikian, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), tidak ditemukan barang mencurigakan yang mengarah aktifitas organisasi terlarang.

"Tidak ditemukan, buku atau barang atau petunjuk lain mengenai atau terkait kelompok garis keras, atau organisasi terlarang," sambungnya.

Sementara delapan penghuni rumah kontrakan yang dimaksud antara lain adalah MAG, warga asal Bogor, MFR, warga Jakarta Barat, BH, warga Tangerang Banten, ARW, warga Tangerang, RSP, warga Surakarta, GAS, warga Kembangan Jakarta Barat, dan OV, warga Bengkulu. Mereka bertujuh adalah mahasiswa teknik sipil Undip. Adapun satu orang lagi yang merupakan mahasiwa Akpelni, yakni NU, mahasiswa asal Binjai, Sumatera Utara. Mereka semuanya adalah mahasiswa tingkat akhir.

"Dari hasil olah TKP dan interogasi bahwa yang memasang bendera hitam tadi adalah salah satu penghuni kontrakan tersebut atas nama OV," terangnya.

Berdasarkan keterangan OV pada saat pemeriksaan, Kapolsek menjelaskan bahwa pemasangan bendera tersebut terinspirasi dan terobsesi dengan negara Palestina yang sedang bertanding sepak bola melawan timnas Indonesia, pada Rabu (15/8) malam. Tepatnya pada ajang Asian Games 2018.

Dari keterangan OV pula, didapati informasi bahwa mahasiswa tersebut membeli bendera berwarna hitam secara online. Dan baru ia pasang atau kibarkan pada Rabu sore, jelang pertandingan Indonesia vs Palestina. "Dia larut dalam euforia laga timnas. Benderanya dibeli seharga Rp 30 ribu," imbuhnya.

Dikarenakan tidak ditemukan bukti-bukti yang mengarah ke tindak pidana, tidak dilakukan penahanan terhadap para mahasiwa tadi. Akan tetapi, Budi mengatakan, pihaknya berjanji akan terus mengawasi gerak-gerik penghuni kontrakan tersebut.

Hanya saja, para penghuni kontrakan tersebut, bagaimanpun, tetap tak luput dari sanksi sosial. Sebagaimana Budi jelaskan, yang bersangkutan diminta untuk memohon maaf ke lingkungan setempat, dengan disaksikan ketua RT dan Bhabinkamtibmas. "Selain itu, kita beri pembinaan dan pengertian-pengertian bela negara atau cinta NKRI," cetusnya.

Dalam hal ini, Budi pun turut mengapresiasi warga yang aktif melakukan pelaporan. Ia berharap, hal ini bisa menjadi contoh warga Kota Semarang lainnya manakala peristiwa serupa terjadi.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up