JawaPos Radar

Tergusur Tol Batang-Semarang, 1.200 Makam di Semarang Dibongkar

15/08/2018, 18:15 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Tol Batang-Semarang
Sejumlah pekerja penggali membongkar makam di komplek pemakaman di Kampung Klampisan, Semarang, Rabu (15/8). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Sebuah komplek pemakaman di Kampung Klampisan, Purwoyoso, Ngaliyan, Kota Semarang akhirnya direlokasi, Rabu (15/8). Telah berdiri di sana sejak ratusan tahun lamanya, tempat pemakaman itu akhirnya harus dipindah karena menjadi satu-satunya lahan yang tersisa akibat proyek tol seksi V Batang-Semarang.

Proses relokasi komplek seluas 5.300 hektare itu diawali dengan pembongkaran sekitar seribu lebih makam berisi jasad yang dilakukan oleh sekitar 70 penggali. Dan dilakukan dengan peralatan manual, tanpa bantuan alat berat.

"Ada sekitar 1.200 makam di sini kalau kita lihat dari data ahli warisnya beserta laporan warga. Tapi mungkin bisa juga nanti lebih," kata pengelola makam yang juga Ketua Paguyuban Ngarso, Rubiono di lokasi, Rabu, (15/8). 

Rubiono mengatakan, ribuan jasad ini sesuai perjanjian akan dipindah ke area baru yang jaraknya 500 meter dari lokasi sekarang. "Luasnya 12 ribu meter lebih. Akan direlokasi ke sana sesudah penggalian selesai," sambungnya.

Untuk latar belakang makam sendiri, Rubiono mengatakan keberadaannya sudah ada sejak ratusan tahun lebih. Sering disebut Makam Klampisan, lantaran konon mengambil nama sesepuh desa yang pertama kali dimakamkan di sana. 

"Kita gelar juga acara selamatan, tumpengan, berdoa bersama warga dan petugas yang menggali berdoa untuk keselamatan. Karena letak sesepuh makam ini juga masih dicari," terangnya lagi.

Kegiatan pembongkaran tersebut, lanjut Rubiono, dimulai hari ini hingga sebulan ke depan. Proses pembongkaran ini sendiri, katanya, turut disaksikan oleh beberapa ahli waris. Mereka adalah warga Klampisan.

Salah satu ahli waris warga Klampisan yang turut menyaksikan menyaksikan pemindahan makam ini, Widodo berharap agar segala tahapan dapat bisa dijalankan dengan baik. Ia pun mengaku ikhlas jika makam leluhurnya ini harus dipindah.
 
"Awalnya memang berat merelakannya. Tapi karena untuk jalan tol mau bagaimana lagi. Kompenasasi ahli waris tidak ada, tapi dengan lokasi makam baru nanti semoga di tempatnya lebih baik dan rindang. Dan ada ketersediaan air jadi bisa ziarah malam," jelasnya.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up