
EVAKUASI: Banjir yang melanda Desa Muara Fajar Barat, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau, Rabu (10/10) dini hari, mengakibatkan warga terpaksa diungsikan ke tempat yang aman.
JawaPos.com – Setelah berjibaku dengan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), memasuki musim penghujan, Riau terancam bencana banjir. Terlebih, beberapa pekan terakhir curah hujan di Bumi Melayu tersebut kian meningkat.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mengatakan, dengan meningkatnya curah hujan memiliki dampak yang positif maupun negatif.
Dampak positifnya adalah hilangnya titik panas maupun titik api yang melanda Riau pada Januari hingga Agustus lalu. Meski begitu, dengan tingginya intensitas curah hujan mengakibatkan beberapa wilayah di Riau menjadi banjir.
BPBD Riau sudah memetakan wilayah rawan banjir. Diantaranya, di Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, Kuantan Singingi, dan Kota Pekanbaru. Pihaknya juga bersiap-siap jika bencana banjir ini terjadi.
Selain tingginya curah hujan, bencana banjir di Riau juga disebabkan salah satunya bantaran Sungai Kampar. Karena luapan Sungai Kampar itu, seperti sudah menjadi agenda tahunan.
Ini atas dampak dibukanya pintu buangan air di PLTA Koto Panjang. "Seperti di Siak Hulu Kampar, sudah langganan setiap tahun banjir," ujarnya, Minggu (14/10).
Dibukanya pintu buangan PLTA Koto Panjang bukanlah tanpa sebab yang jelas. Karena waduk yang tak mampu menampung debit air yang besar mengharuskan pihak PLTA membuka pintu buangan waduk tersebut.
Terlebih lagi, ini terjadi karena tingginya curah hujan di Sumatera Barat, yang menjadi hulu waduk tersebut. "Pada umumnya, banjir di Riau adalah kiriman dari provinsi tetangga. Sekarang curah hujan di hulu PLTA Koto Panjang sudah tinggi. Ini yang kita waspadai," jelasnya.
Saat ini, volume air di waduk PLTA Koto Panjang memang mengalami peningkatan. Tak tertutup kemungkinan ada pembukaan Lindu buangan. "Ya, kalau di Sumbar hujan terus-terusan, volume air meningkat, maka pintu buangan akan dibuka. Tentu ada pemberitahuan terlebih dahulu," ujarnya.
Namun saat ini, pintu buangan belum dibuka. Pengelola waduk belum mengeluarkan peringatan pintu buangan (spillway gate). Terkait hal ini, BPBD Riau sudah berkoordinasi dengan BPBD Kampar dan PLTA Koto Panjang.
"Kawan-kawan di BPBD Kampar juga sudah komunikasi dengan PLTA Koto Panjang. Biasanya PLTA memberikan pemberitahuan jika ada buka pintu buangan. Tapi sejauh ini belum ada buka pintu buangan," jelasnya.
Meski begitu kata Edwar, pihaknya mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk lebih berhati-hati. Sebab, bencana banjir tidak tahu kapan datangnya.
"BPBD Kampar dan daerah lainnya juga sudah menyiagakan peralatan. Seperti perahu karet. Barangkali juga hal-hal yang membantu masyarakat jika terjadi banjir," imbaunya.
Manajer Pusat Listrik Unit Pembangkit Koto Panjang, Muhammad Rusdi kemarin mengatakan, tinggi elevasi air pada Jumat (12/10) pukul 10.00 WIB tercatat 79,46 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kenaikan elevasi rata-rata 2 sentimeter per jam.
Sedangkan waduk masih bisa menampung 4,5 meter kenaikan elevasi lagi. Artinya, sejauh ini daya tampung waduk masih cukup menampung debit air yang datang dari sisi hulu. Pihaknya terus memantau kenaikan elevasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022