Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 September 2026 | 13.18 WIB

Hutan Menyusut, Jangan Sampai Jawa seperti Sumatera

Ilham Safutra. (Dery Ridwansah/JawaPos.com) - Image

Ilham Safutra. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

CUACA ekstrem masih melanda Indonesia. Di tengah cuaca panas terik begitu panjang, bisa saja tiba-tiba hujan deras melanda. Lebatnya hujan kadang tidak dikira-kira. El nino tidak dapat dihindarkan. Itu adalah fenomena alam.

Saat ini masyarakat perlu berjaga-jaga. Ketika musim kemarau panjang, permukaan tanah jadi kering kerontang. Sumber air semakin sulit. Masyarakat yang mengandalkan sumber air, apakah itu air tanah atau air sungai bisa kelimpungan.

Di sisi lain, hujan lebat nan ekstrem tidak bisa dibiarkan. Masyarakat perlu waspada ancaman hujan deras. Apalagi di Pulau Jawa. Ketika hujan deras tiba, jangan sampai rahmat Tuhan itu menjadi petaka. Saat ini hutan di Pulau Jawa semakin kecil karena tidak dikelola dengan baik.

Contohnya di Perum Perhutani. Selama ini mengelola 2,4 juta hektare hutan, kini hanya 1,3 juta hektare. Sisanya 1,1 juta hektare diambil pemerintah untuk rakyat.

Kini hutan yang diambil pemerintah untuk dikelola rakyat itu kondisinya tidak dapat diketahui dengan jelas. Meskipun digunakan, disinyalir bukan semata untuk perhutanan lain. Sementara hutan merupakan ruang terbuka hijau (RTH) untuk menyerap air ketika hujan melanda. Semakin kecilnya hutan semakin sempitnya ruang resapan air. Permukaan jadi jenuh. Hal itu berpotensi air purmukaan dari hujan tidak terserap ke tanah dan malah menjadi banjir.

Lebih miris lagi di Jawa Barat. Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup (LH) sebanyak 1,6 juta hektare area hutan, di antaranya sudah hilang hingga 1,4 juta hektare. Padahal hutan itu menjadi pelindung daerah hilir dari risiko bencana hidrometeorologi.

Hilangnya 1,4 juta hektare area hutan itu karena berubah fungsi menjadi area pertambangan, hunian, wisata, dan tempat komersial lainnya.

Ilustrasi hutan di Pulau Jawa. (Gambar Generate AI/ChatGPT)

Sementara di Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah (Jateng) kondisi tidak kalah parah terancam menggalami bencana banjir bandang. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah (Jateng) mengalami pengurangan tutupan hutan yang signifikan. Penyusutan lahan hutan itu memebihi luas Singapura yang hanya sekitar 73 ribu hektare.

Editor: Ilham Safutra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore