Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 September 2026 | 19.17 WIB

Celios Dorong Anggaran BNPB dan BMKG Lebih Besar dari Program MBG

Erupsi Gunung Lewotobi Laki Laki di Flores Timur. ANTARA/HO-PPG Lewotobi Laki Laki/pri. - Image

Erupsi Gunung Lewotobi Laki Laki di Flores Timur. ANTARA/HO-PPG Lewotobi Laki Laki/pri.

JawaPos.com – Sebagai negara yang rawan bencana Indonesia seharusnya memiliki ruang fiskal yang memadai untuk penanggulangan bencana. Dalam sepekan belakangan lihat saja yang terjadi, mulai meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sampai erupsi gunung berapi.

Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan pemerintah Indonesia seharusnya memimiliki strategi penanganan kebencanaan yang matang. Salah satunya lewat dukungan anggaran.

Anggaran tidak hanya diberikan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Tetapi juga kepada pemerintah daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi.

“Di negeri yang rawan bencana, seperti Indonesia, seharusnya ada ruang fiskal yang cukup guna penanggulangan bencana,” ujar Nailul kepada JawaPos.com, Senin (7/9).

Nailul mengatakan, anggaran BNPB dan Basarnas yang ditujukan untuk rehabilitasi pascabencana harus diimbangi dengan penguatan anggaran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Ia menyebut, BMKG memiliki peran penting dalam mendeteksi potensi bencana sekaligus melakukan mitigasi guna mengurangi dampak yang ditimbulkan.

Nailul menyebut anggaran BMKG masih relatif kecil jika dibandingkan dengan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, anggaran BMKG hanya setara dengan sekitar dua hingga tiga hari anggaran MBG.

“Anggaran BMKG hanya sekitar 2-3 hari dari anggaran MBG. Begitu juga dengan anggaran BNPB dan Basarnas yang relatif rendah. Sangat disayangkan karena peran penting ketiga lembaga kebencanaan dalam menangani bencana di Indonesia yang notabene rawan bencana,” ujarnya.

Maka dari itu, ia mendorong pemerintah untuk mengalokasikan sebagian anggaran MBG untuk memperkuat pembiayaan penanggulangan bencana. Menurutnya, dengan kondisi geografis Indonesia yang rawan akan adanya bencana alam, maka anggaran untuk BNPB, Basarnas, dan BMKG harus lebih besar.

“Saya rasa pemerintah harusnya mengalihkan anggaran MBG untuk pembiayaan kebencanaan. Anggaran BNPB, Basarnas, dan BMKG harus didorong untuk lebih banyak, minimal 2 persen dari APBN,” ucapnya.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore