
DICOPOTI: Poster bergambar Jokowi berbusana raja terpasang di salah satu sudut daerah di Jateng baru-baru ini. (dok. Istimewa)
JawaPos.com - Munculnya poster bergambar Presiden Joko Widodo berbusana layaknya raja di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah membuat elite Partai PDI Perjuangan risih. Kendati demikian, pihak di balik pemasangnya diklaim sudah diketahui.
Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto, menerangkan bahwa pihaknya telah mengetahui identitas atau kelompok pemasang alat peraga kampanye (APK) bertuliskan 'Raja Jokowi' yang katanya berjumlah ribuan itu. "Tapi biarkan menjadi misteri lebih dulu," ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Senin (13/11).
Bambang menerangkan dirinya tak mau buru-buru mengungkap identitas pihak pemasang APK tersebut. "Karena kalau yang seperti ini saya buka-buka, bakal jadi kekacauan," sambungnya.
Selain itu, persoalan ini dikatakan Bambang untuk sementara diupayakan bakal diselesaikan secara lingkup kecil. Guna mencegah adanya aksi saling tuduh. Sehingga tak menghadirkan pencerdasan kepada rakyat selama jalannya masa kampanye Pemilu 2019 ini.
Gambar Jokowi bermahkota bak raja ini diketahui tersebar di lebih dari 20 kabupaten/kota se-Jateng sejak beberapa hari lalu. Sebagian besar yang berbentuk poster serta stiker belakang mobil sudah dicopoti oleh pihak PDIP masing-masing daerah sendiri.
"Yang diomongkan di level partai, yaitu kenapa spanduk (poster,Red) itu dicopot. Bahwa yang memasang itu ada, ya ada. Datanya juga ada. Sebagian sudah kita kenal. Apakah itu akan dipersoalkan secara hukum? Ya nanti kita lihat, karena semua rontek sudah kita simpan di kantor DPC dan DPD Partai," terangnya panjang.
Sehingga, lanjutnya, biarlah pihak yang merasa memasang itu sendiri mendatangi kantor DPD dan DPC Partai. Menjelaskan maksud dan tujuan poster berkonten dianggap nyeleneh seperti itu. Karena pria yang akrab disapa Bambang Pacul itu beserta elite maupun tim kampanye berbagai level lainnya tak tahu alasan pastinya.
Hanya saja, poster Raja Jokowi itu menurut persepsinya telah merendahkan Jokowi sebagai petahana Pilpres 2019. "Juga men-downgrade PDI Perjuangan," tambahnya. Karena memang, di poster itu tercantum pula lambang banteng hitam bermoncong putih milik PDIP.
Oleh karena itu, pihaknya mengedepankan pencarian solusi melalui proses duduk bersama. Diawali dengan mencari tahu latar belakang di balik pemasangan poster tersebut.
"Kami tak mau terjadi keributan yang aneh-aneh. Jadi kalau beliau-beliau yang memasang dan memberi perintah datang ke kantor, kami terima sebagai sesama anak bangsa untuk berdiskusi. Ini persoalan bangsa, walaupun kecil. Ini kan persoalan koridor demokrasi saja," cetus Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI tersebut.
Terakhir, ia memastikan bahwa permasalahan ini bukanlah kejahatan luar biasa. Hanya soal kampanye namun abai dalam menghadirkan nilai-nilai positifnya. Dan bisa saja segera selesai manakala sudah ada kesadaran dan permintaan maaf dari pihak pemasang.

Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Brasil vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Statistik Vikings Siap Hancurkan Samba
Prediksi Skor Meksiko vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kelemahan 3 Singa di Estadio Azteca
Prediksi Skor Brasil vs Norwegia: Bursa Taruhan Dunia Jagokan Selecao, Opta Beri Peluang Menang 53,6 Persen
Prediksi Skor Inggris vs Meksiko: Bursa Taruhan Dunia Tetap Jagokan Three Lions, Rekor Angker Azteca Jadi Ancaman
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Diunggulkan Kalahkan Cristiano Ronaldo Cs
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Bungkam Tuan Rumah
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Susunan Pemain Meksiko vs Inggris: Altitude Jadi Senjata El Tri, Saka dan Gordon Bantu Harry Kane
