Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Mei 2026 | 22.22 WIB

Gatot Nurmantyo Ceritakan Hal yang Membuatnya 'Ditendang' dari Jabatan Panglima TNI, Berulang Tolak Titipan Jokowi

Gatot Nurmantyo. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com - Image

Gatot Nurmantyo. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

JawaPos.com - Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo mengungkap cerita di balik proses pergantian panglima TNI pada 2017 lalu. Saat itu, dia digantikan oleh Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto. Gatot menyebut, pergantian itu tidak lepas dari sikapnya yang berulang menolak titipan Presiden Indonesia ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Cerita tersebut, dibagikan oleh Gatot saat mengisi acara Milad ke-5 dan Konsolidasi Menuju Kemenangan Pemilu 2029 Partai Ummat yang disiarkan secara langsung pada akun YouTube Partai Ummat. Mulanya panglima TNI ke-19 itu mengungkapkan bahwa dia akan buka-bukaan terkait dengan pengalamannya saat bertugas sebagai orang nomor satu di institusi militer Indonesia.

"Saya buka saja sekarang biar Pak Jokowi marah. Ketika Pak Jokowi minta, Pak Panglima ini tolong dong dinaikkan bintang tiga. Oh baik, Pak. Saya cek dulu, Pak,” kata dia dikutip pada Selasa (5/5).

Setelah itu, Gatot mengungkapkan bahwa dia mengecek permintaan Jokowi. Dia melihat dan menilai jenderal yang ingin dinaikkan pangkatnya.

Menurut dia, itu bagian dari proses. Sebab, tidak satu pun luput dari pemeriksaan. Lantaran dirinya melihat ada kesalahan pada figur tersebut, dia lantas memanggil sosok itu dia bicara langsung dengan yang bersangkutan.

"Setelah berat badannya turun 6 kilo saya kasih selembaran, ini kesalahanmu mau dilanjutkan atau tidak? Kalau kamu nggak mau, lapor lewat jalur mana bilang," ucap Gatot.

"Besoknya saya dipanggil, Pak Panglima dia masih suka di sana. Oh iya, Pak. Ndak apa-apa bagus di sana saja. Nggak jadi naik bintang tiga dia. Dan itu berulang kali lama-lama ketahuan juga saya kan. Ya sudah, ditendang lah saya, nggak nurut," lanjutnya.

Menurut Gatot, TNI adalah institusi yang besar. Para prajurit TNI dilatih, diorganisasi, dan dipersenjatai. Karena itu, pemimpin TNI harus benar. 

Sebab, bila tidak benar, maka akan sangat berbahaya. Itu yang dia pegang selama bertugas di TNI. Dia diberhentikan dari tugas sebagai panglima TNI beberapa bulan sebelum memasuki usia pensiun. Sehingga pernah ditaruh sebagai perwira tinggi Mabes TNI AD.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore