
MOGOK MAKAN: Driver Go-Jek mogok makan yang disambangi oleh Wakil Ketua DPRD DIJ, Arif Noor Hartanto, Selasa (9/4). (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
JawaPos.com - Operasional kantor Go-jek Jogjakarta ditutup sementara karena imbas dari aksi driver taksi online yang diklaim tidak berizin di halaman kantornya. Penutupan ini terhitung mulai Jumat (12/4) hingga batas waktu yang tak ditentukan.
Michael Say, VP Corporate Affairs Go-jek Indonesia mengatakan, pihaknya meminta maaf kepada ribuan mitranya yang tidak mengikuti aksi ini dan memilih untuk terus mencari nafkah bagi keluarganya. "Hal ini penting untuk dilakukan agar kami dapat menjaga suasana tetap kondusif jelang Pilpres dan Pileg mendatang, utamanya di Jogjakarta," katanya dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com, Jumat (12/4).
Ia juga menegaskan pihaknya selalu membuka ruang diskusi 2 arah. Baik antara mitra pengemudi dan manajemen melalui Kopdar Mitra Go-jek, dimana mitra bebas menyampaikan aspirasi dan masukan. "Dalam aksi yang terjadi dalam beberapa hari ini pun, kami telah memberikan kesempatan bagi driver taksi online tersebut untuk berdiskusi dengan manajemen Go-jek. Baik itu dari Jawa Tengah dan Kantor Pusat, namun ditolak sehingga tidak pernah mendapatkan titik temu," katanya.
Pihaknya juga siap untuk berdiskusi kepada seluruh mitra yang menyampaikan aksi. Tanpa aksi itupun, lanjutnya, seluruh aspirasi mitra selalu ditampung.
"Semangat kami dari pertama kali beroperasi di Jogjakarta sampai dengan sekarang masih tetap sama. Yakni agar melalui teknologi yang kami kembangkan seluruh mitra dapat memiliki peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan," ucap Michael.
Untuk pertanyaan yang akan disampaikan dari mitra di Jogjakarta sementara ini bisa menghubungi driver car unit. Yakni di nomor (021) 50233200.
Sebelumnya diketahui, mulai Selasa (9/4) driver taksi online yang tergabung dalam Front Independen Driver Online Indonesia (FI) melakukan aksi tuntutan di depan kantor Perwakilan PT Karya Anak Bangsa DIJ, Giwangan, Kota Jogjakarta. Mereka memprotes kebijakan penyedia jasa Go-jek yang dianggap memberatkan.
Seperti pemutakhiran atau pemutihan data akun mitra. Kedua, menghapuskan sistem peringkat dan alokasi order. Ketiga, mengembalikan jumlah poin skema insentif di wilayah DIJ dan Jateng, dan meninjau ulang perjanjian kemitraan yang lebih berazaskan kesetaraan dan keadilan. Dalam aksi yang dilakukan berupa mogok makan oleh 2 pengemudi Ojol yakni Sabar Gimbal dan Andi Kartala.
Menanggapi penutupan sementara operasional kantor Go-jek di Jogjakarta, salah seorang driver bernama Atin, 33, warga asal Sedayu, Kabupaten Bantul mengaku cukup kecewa atas aksi itu. "Kalau kantor ditutup, nanti mengurus apa-apa jadi sulit. Misal ketika minta jaket, helm, atau mengurus akun suspend. Saya harap ya segera dibuka," kata pria yang sudah menjadi driver online sejak 2016 ini.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
