JawaPos Radar

Anies Larang 35 Masjid di Pulomas Potong Hewan Kurban saat Idul Adha

10/07/2018, 14:05 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Anies Larang 35 Masjid di Pulomas Potong Hewan Kurban saat Idul Adha
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Perhelatan Asian Games 2018 sudah semakin dekat. Berbagai persiapan dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta, mulai dari pengaturan jalan, wisma atlet, hingga seluruh venue cabang olahraga.

Tak hanya itu, Pemprov DKI juga melarang sebanyak 35 masjid di Jakarta Timur untuk melangsungkan pemotongan hewan kurban pada Idul Adha 1439 H nanti. Hal itu lantaran hari raya bertepatan dengan ajang Asian Games yang dimulai sejak 18 Agustus 2018.

Masjid-masjid tersebut terletak dalam radius satu kilometer dari venue pacuan kuda atau equestrian di Pulomas, Jakarta Timur. Tersebar di enam kelurahan, di antaranya Kayu Putih, Rawamangun, Pulogadung, Jati, Kelapa Gading Barat, dan Kelapa Gading Timur.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pelarangan tersebut juga bertujuan menjaga kuda-kuda yang hendak berlaga di Asian Games. Hewan yang tergolong sensitif itu dijauhkan dari virus antraks.

“Karena di sana ada equestrian yang kuda-kudanya memiliki sensitivitas dan aturan tentang binatang yang berada di sekitar sana sangat ketat,” ujarnya di kantor BPK, Jakarta Selatan, Selasa (10/7).

Larangan juga sudah tertuang dalam Instruksi Gubernur (Ingub) 123/2017 tentang pengendalian pemotongan dan penampungan hewan kurban. Menurut Anies, aturan telah disosialisasikan dan sudah dimengerti oleh masyarakat.

"Itu sudah disosialisasikan sejak lama. Sudah sejak lama wali kota, camat, menyampaikan bahwa masyarakat sudah tahu itu,” kata dia.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu meminta masyarakat terutama umat Islam bisa memaklumi. Terlebih lagi, Indonesia baru menjadi tuan rumah kembali setelah sebelumnya menyelenggakan Asian Games pada 56 tahun yang lalu.

"Kami berharap masyarakat memahami karena ini bukan sesuatu yang terjadi tiap tahun. Ini 56 tahun yang lalu. Ada kejadian. Dan di seluruh dunia aturannya sama. Mari kita tunjukan bahwa Indonesia bisa menjadi tuan rumah yang baik,” tutur Anies.

(ce1/yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up