
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
JawaPos.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memastikan siswa dari golongan tidak mampu tetap bisa bersekolah meski penggunaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) bakal dihapus. Namun, mereka tidak lagi bisa memilih sekolah sesuai keinginannya. Karena sudah memakai jalur nilai dan prestasi akademik.
Ganjar sedianya menegaskan, bahwa keputusannya menghapus penggunaan SKTM pada masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) besok sudah bulat. Pergub terkait PPDB saat ini tengah dibahas dan disosialisasikan kepada masyarakat di 13 cabang Dinas Pendidikan di Jateng.
"Meski SKTM dihapus, siswa miskin tidak usah khawatir. Siswa miskin kami pastikan tetap bisa sekolah dan dibiayai oleh negara, minimal 20 persen dari aturan Permendikbud. Itu minimal, jadi masih bisa lebih dari itu," kata Ganjar, Rabu (9/1).
Meski begitu, saat ini proses penerimaan siswa jalur miskin tak akan lagi dipakai. Melainkan diganti dengan jalur nilai dan prestasi akademik.
"Kami jamin siswa miskin tetap bisa sekolah. Namun mohon maaf anda tidak bisa sekolah sesuai keinginan, silakan sekolah sesuai tempat sesuai nilai dan prestasi akademikmu, nanti negara akan memberikan biaya," sambungnya.
Pemprov Jateng selama ini, imbuh Ganjar telah memberikan bantuan untuk siswa miskin. Dari Rp 700 ribu per anak menjadi Rp 1 juta per anak. Ia mengatakan, jumlah ini rencananya terus ditambah. Sehingga wacana penghapusan SKTM ini diharapkan tak membuat orang tua siswa tidak mampu menjadi resah.
Ganjar tak menampik jika maraknya kasus penyalahgunaan SKTM pada penerimaan peserta didik baru tahun lalu memang menjadi alasan penghapusan SKTM. Ia menyebut, kalau disalahgunakan macam itu malah membuat dunia pendidikan tercoreng. Melalui tindakan-tindakan demoralisasi para orang tua mampu yang mengaku miskin agar anaknya bisa belajar di sekolah favorit.
Di samping itu, Pemprov Jateng sendiri saat ini tengah dalam upayanya meningkatkan kualitas sekolah-sekolah di wilayahnya. Supaya ke depan semua sekolah bisa jadi favorit bagi siswa dan orang tuanya.
"Akan kami perbaiki semuanya, baik dari segi metode belajar mengajar, sarana pendukung minimal serta tenaga pengajar yang profesional. Guru-guru sekolah pinggiran bisa saja disekolahkan ke luar negeri untuk menambah pengalaman, serta guru-guru berprestasi akan disebar di beberapa sekolah agar terjadi pemerataan," terangnya.
Mengenai Pergub PPDB, Ganjar membeberkan bahwa sekarang sedang dibahas dan akan dicocokkan dengan Permendikbud yang juga sedang ada perubahan. Lalu, upaya yang saat ini dilakukan adalah melakukan sosialisasi kepada wali murid, Kepala Desa, Dinas Sosial, Kepolisian serta masyarakat luas mengenai hal itu.
"Karena Permendikbud juga sedang ada penyusunan draft, maka kami minta agar nantinya jika ada sesuatu yang bersifat lokalitas, maka kami akan mendorong Permendikbud mengatur yang umum saja, sementara lainnya diatur dan disesuaikan dalam Pergub," pungkasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
