
Menristekdikti M. Nasir saat dijumpai wartawan di Gedung Gedung Sudharto, Universitas Diponegoro, Semarang, Sabtu (6/10).
JawaPos.com - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), M. Nasir, kembali menegaskan bahwa Rektor Universitas Negeri Semarang Fathur Rokhman tak melakukan tindak plagiasi. Dia mengutarakannya saat dijumpai wartawan di Gedung Sudharto, Universitas Diponegoro, Semarang, Sabtu (6/10).
“Plagiat yang ada bukan di situ letaknya. Katakanlah, kamu mahasiswa saya. Saya beri tugas, saya yang melakukan penelitian. Kamu ini contohnya, tapi publikasikan nggak lapor saya. Kemudian saya publikasikan. Yang plagiat siapa?" tanyanya balik kepada wartawan.
Nasir memastikan bahwa segala tuduhan mengenai tindak plagiasi yang selama ini dituduhkan kepada Fathur, tidak terbukti. Terlebih, ia sendiri mengaku sudah menerima hasil laporan investigasi dari tim independen. Meski tak merinci apa isinya.
Nasir sendiri mengatakan bahwa kasus tersebut terjadi sebelum tahun 2010. Dan di sisi lain, peraturan terkait plagiarisme ditetapkan pada tahun 2010 melalui Permendiknas No. 17. Sang menteri menegaskan bahwa segala kasus plagiat yang terjadi sebelum tahun aturan itu ada tidak bisa diproses.
“Pada 2010 sampai sekarang pasti saya tangkap. Rektor yang melakukan pasti saya berhentikan. Saya sudah memberhentikan tiga rektor selama ini. (Fathur) pasti deh (bukan plagiat), karena bukan kejadian 2010,” cetusnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan tindak plagiarisme rektor Unnes naik ke permukaan setelah ditemukannya kemiripan antara karyanya dan tulisan salah satu milik alumnus kampusnya, Anif Rida.
Karya Fathur berjudul Kode Bahasa dalam Interaksi Sosial Santri: kajian Sosiolinguistik di Pesantren Banyumas terbitan Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Litera Univeristas Negeri Yogyakarta (UNY) Volume 3 Nomor 1 Tahun 2004, disebut menjiplak hasil karya Anif Rida berjudul Pemakaian Kode Bahasa dalam Interaksi Sosial Santri dan Implikasinya bagi Rekayasa Bahasa Indonesia: Kajian Sosiolinguistik di Pesantren Banyumas. Hasil publikasi Konferensi Linguistik Tahunan (Kolita) Atma Jaya, Februari 2003.
Beberapa waktu sebelumnya, atau Juli 2018 lalu, Menristekdikti juga telah menyebut tidak ada pelanggaran pada isu dugaan plagiat yang melibatkan Rektor Universitas Negeri Semarang Fathur Rokhman. Menurutnya, justru karya tulis Fakthur lah yang dijiplak.
"Akhirnya seolah-olah karena mahasiswa tahun 2003 dan rektor 2004 publikasinya, seolah rektor plagiasi terhadap mahasiswa. Padahal rektor plagiasi karya rektor tahun 2002," ujarnya kepada wartawan di Surabaya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022