
DILAPORKAN: Pendukung capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga Uno melaporkan pernyataan Farhat Abbas ke Polda Metro Jaya, Sabtu (6/10).
JawaPos.com - Farhat Abbas dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas pernyataannya yang menyebut bahwa berita hoax yang dibuat Ratna Sarumpaet merupakan bagian dari skenario kubu capres-cawapres Prabowo-Sandiaga Uno, Sabtu (6/10). Juru bicara Komunitas Pengacara Prabowo-Sandiaga Uno (KPPS), Yupen Hadi melaporkan Farhat karena menyatakan berita bohong yang disebar melalui media sosial dan media elektronik.
Menurutnya, pernyataan yang dibuat oleh calon legislatif (caleg) PKB itu sudah merugikan kubu Prabowo-Sandiaga Uno. Sebab, kasus kabar bohong Sarumpaet tak ada kaitannya dengan tim pemenangan pasangan capres-cawapres nomor urut 2.
"Alat bukti berupa video, gambar di media online, screenshot IG dan Facebook yang berisi pernyataan Farhat sudah dilaporkan dan sudah diserahkan ke Polda Metro," ujarnya usai keluar dari SPKT Polda Metro Jaya, Sabtu (6/10).
Farhat Abbas dilaporkan ke Polda Metro atas dugaan pasal 28 ayat 2 UU ITE mengenai ujaran kebencian dan permusuhan antar kelompok pasal dan pasal 14 pasal 15 UU tahun 1946 tentang keonaran.
Kubu Prabowo-Sandiaga Uno merasa tersinggung sebab beberapa hari terakhir Farhat Abbas menyampaikan beberapa pernyataan yang merugikan pendukung Prabowo dan Sandiaga Uno sebagai capres-cawapres.
Pelaporan Farhat Abbas diterima polisi dengan nomor LP/5378/X/2018/PMJ/Dit. Krimsus. Yupen menambahkan, pernyataan Farhat bahwa kebohongan Ratna Sarumpaet adalah hasil konspirasi dari kelompok Prabowo-Sandiaga Uno untuk menjatuhkan kelompok Jokowi sangat tidak mendasar.
Padahal, kata dia, sejauh ini tidak ada satupun pernyataan dari Prabowo yang menyatakan seperti itu. Selain itu, pernyataan Farhat terkesan menggiring permusuhan antar kedua pendukung capres-cawapres.
"Padahal yang disampaikan Farhat itu tidak benar dan ini berkembang menjadi sebuah cerita di masyarakat, menimbulkan banyak asumsi sehingga semakin banyak yang berkembang semakin buruk dan jauh dari kebenaran," kata Yupen.
Menanggapi kasus Ratna Sarumpaet, menurutnya, situasi itu sudah cukup ditangani oleh pihak kepolisian. Sehingga, adanya cerita itu jangan dilebih-lebihkan. Sekarang ini ceritanya semakin heboh dan terus menjadi kehebohan baru.
"Untuk meredam ini maka kami laporkan Saudara Farhat ke Polda Metro Jaya. Kalau mau melaporkan Pak Prabowo dan Pak Sandi silahkan, sepanjang kemudiian jangan melebih-lebihkan cerita," tuturnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022