JawaPos Radar

Dibakar Cemburu, Mbah Dukun di Malang Cakar Wajah Istrinya

08/09/2018, 20:35 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Dukun Ngamuk
TEGA: Wasit, Mbah dukun di Malang yang tega menganiaya istrinya karena cemburu. (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Dibakar api cemburu, membuat Wasit, 106, tega menganiaya istrinya, Ngatianah, 49.  Warga Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang itu mencakar wajah istrinya hingga meninggalkan luka. 

Akibatnya, Ngatianah yang usianya lebih pantas menjadi anak kakek yang berprofesi sebagai dukun kampung itu tak terima. Dia melaporkan kejadian ini ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang

Peristiwa bermula ketika Ngatianah tidak pulang ke rumah selama beberapa hari. Wasit yang khawatir, akhirnya mencari istrinya ke rumah anaknya, Hari Nasrudin, 35, di Pakisaji, Selasa (21/8). 

Benar saja, di rumah Hari, Wasit bertemu dengan istrinya setelah tidak bersua beberapa hari. Sayang, ketika diajak pulang ke rumah, sang istri menolak. 

Penolakan Ngatianah ini membuat pria yang juga berprofesi sebagai petani tersebut naik darah. Perdebatan antara keduanya tak bisa dihindarkan. Puncaknya, kakek yang berusia lebih dari satu abad ini menganiaya Ngantianah.

Amarahnya semakin tinggi, setelah mengetahui jika istrinya disuruh lurah setempat agar tinggal bersama putranya. 

"Saya yakin dia dan lurah selingkuh, makanya saya kasih pelajaran biar kapok," tegas Wasit dengan nada mengebu-gebu, tanpa penyesalan, saat dimintai keterangan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang, Sabtu (8/9). 

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Malang, Ipda Eka Yuliandri Aska menjelaskan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Aska menjelaskan, penganiyaan yang dilakukan oleh Mbah Dukun ini bukan pertama kali dilakukan kepada Ngatianah. 

"Sudah beberapa kali, tapi puncaknya ya waktu kejadian itu. Saat ini masih kami dalami," kata Aska. 

Aska menjelaskan, tersangka diancam  Undang-undang nomor 23 tahun 2004, tentang Kekerasan Dalam Lingkup Rumah Tangga (KDRT). Ancaman hukuman minimal empat tahun dan maksimal 15 tahun.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up