
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menerima bingkisan hasil pertanian dari rombongan petani asal Desa Selo, Boyolali, di Kantor Gubernur, Semarang, Kamis (6/9).
JawaPos.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akhirnya memasuki hari pertamanya sebagai kepala daerah. Sekembalinya ke kantornya di Jalan Pahlawan, Semarang, Kamis (6/9), pria berambut putih itu langsung didatangi oleh para petani daerah.
Ganjar yang sedianya baru saja salesai memimpin jumpa pers terkait rencana kerjanya ke depan di lobi kantornya, disambangi oleh rombongan petani berjumlah tujuh orang. Datang jauh-jauh dari Boyolali, mereka menyelamati dan juga memberi Ganjar oleh-oleh hasil pertanian macam bunga kol dan tembakau.
"Iki tembakau dinggo sopo? Aku ora ngerokok lho," ucap Ganjar tatkala menyambut dan menerima bungkusan tembakau dari para petani yang mengaku berasal dari Desa Senden, Selo, Boyolali itu.
Suasana hangat tampak saat keduanya saling menyapa. Sebelum para petani menyampaikan maksud lain kedatangan mereka, yakni meminta solusi atas permasalahan rumah tak layak huni milik sejumlah warga. Serta soal ketersediaan air bersih.
"Kami ingin pemprov membantu supaya ada saluran air bersih yang menghubungkan Kecamatan Ampel dan Kecamatan Selo. Ini terdiri dari tiga desa sepanjang 13 kilometer," ujar salah satu perwakilan petani, Teguh Sambodo.
Teguh menyebut, dengan adanya suplai air akan sangat membantu, utamanya untuk pertanian dan peternakan pada musim kemarau seperti sekarang ini. "Sumbernya ada di Desa Ngagrong, Ampel. Cuma salurannya nggak ada. (Inventarisir) dari kabupaten sudah, tapi anggarannya tidak mencukupi," sambungnya.
Merespon curhatan para petani ini, Ganjar menyampaikan bahwa salah satu solusinya yakni dengan mengoptimalkan sokongan sektor swasta non APBD. Ia menyatakan telah ada pengusaha yang menawarkan langsung guna berpartisipasi langsung mengentaskan persoalan kemiskinan.
"Para pengusaha ini ingin menyumbang dan minta 30 desa di Jateng paling miskin untuk dibangun. Nah yang riil dibutuhkan masyarakat (petani) yang datang kesini ini adalah air. Mereka minta mengalirkan pipa 13 kilometer," kata Ganjar.
Politisi PDIP itu menilai bahwa skema bantuan pengusaha melalui Corporate Social Responsibility (CSR) ini cukup efektif di samping hanya mengandalkan bantuan pemerintah seperti dana desa serta APBD provinsi. Termasuk penyaluran dana zakat dari Baznas provinsi. "Ini cara kita kita menyelesaikan masalah mereka," tegasnya.
Ganjar sendiri berjanji, pada periode kepemimpinannya nanti, tingkat kemiskinan di Jateng yang saat ini masih 11 persen akan kembali ditekan. "Minimal nantinya bisa turun single digit. Yang tadinya 11 persenan. Mudah-mudahan bisa berkurang single digit," cetusnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022