JawaPos Radar

Ganjar-Yasin Resmi Dilantik, Pengamat: Ada Tiga PR yang Menanti

05/09/2018, 18:20 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Pelantikan Ganjar Pranowo
DILANTIK: Presiden Joko Widodo melantik Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jateng periode 2018-2023 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/9). (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Ganjar Pranowo dan Taj Yasin secara resmi baru saja dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2022 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9) pagi tadi. Sejumlah pekerjaan rumah (PR) bagaimanapun menanti keduanya.

Pengamat Politik dari Universitas Diponegoro, Semarang, Yulianto menyebut ada tiga tugas utama yang menjadi PR Ganjar-Yasin. Yakni, kejelasan Kartu Tani, kemaslahatan nelayan, dan peningkatan investasi di Jateng agar angka pengangguran dan migrasi penduduk bisa tergerus.

Untuk PR pertama, Yulianto menilai Ganjar masih harus meluruskan operasional kartu tani. "Program itu diharapakan makin meningkatkan kesejahteraan petani. Tapi di beberapa daerah masih belum terlaksana dengan baik," ujarnya saat dihubungi, Rabu (5/9).

Yulianto berpandangan, kemudahan yang ditawarkan kartu tani sebagai program spesifik Ganjar pada periode sebelumnya, masih dirasa sulit diakses petani itu sendiri. Misalnya, peralatan pertanian, bibit atau pupuk.

"Operasionalisasinya tak semudah yang dibayangkan Pak Gub. Jadi harus koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota guna memperjelas mekanisme kerja kartu tani. Atau dengan stakeholder bersangkutan sehingga bisa dicarikan solusinya," sambungnya.

Gubernur, lanjutnya, memiliki fungsi sebagai mediator serta fasilitator antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Dalam halnya komunikasi demi pembangunan. 

"Selain petani, yang kemudian harus diperhatikan adalah nasib nelayan. Bagaimana menyediakan BBM yang mudah, melindungi nasib mereka kaitannya dengan pemanfaatan alat-alat seperti kapal tangkap, perahu, jaring. Juga ketersediaan BBM bagi nelayan kecil," imbuhnya lagi.

Ganjar bisa menjadi tak sendiri dalam penyelesaian pekerjaan rumah ini. Adalah Taj Yasin yang dinilai Yulianto mampu berperan vital menyusul latar belakangnya sebagai tokoh NU.

"Warga pesisir utara jateng kebanyakan warganya adalah nahdliyin. Di daerah pertanian desa banyak juga warganya yang berafiliasi NU. Masuknya Gus Yasin (Taj Yasin) bisa mempermudah Pak Ganjar untuk membangun, memberdayakan daerah basis pertanian dan nelayan yang sesungguhnya adalah jamaah nahdliyin. Dimana representasinya adalah Gus Yasin itu sendiri," terangnya panjang.

Di saat bersamaan, Gus Yasin sendiri seperti apa yang dikampanyekan saat Pilgub 2018 lalu, memiliki program bernama ekonomi pesantren atau Ekotren. Yulianto menganggap hal ini berpotensi memberikan andil kaitannya dengan peningkatan investasi di Jateng.

"Gus Yasin bisa membuat policy untuk memberdayakan kehadiran pesantren sebagai basis ekonomi umat. Artinya pesantren dikasih kesempatan untuk bergerak di bidang bisnis, usaha, untuk memajukan ekonomi mereka. Sehingga bisa bergandeng tangan dengan investasi yang masuk di Jateng," tegasnya.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up