JawaPos Radar

Alami Dua Kali Kasus Perusakan, Ombudsman Minta Atensi Kepolisian

06/09/2018, 15:01 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Ombudsman RI
KRIMINAL: Mobil sewaan tim ORI DIJ jadi sasaran kejahatan. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Perusakan terhadap fasilitas penunjang kerja Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) sudah terjadi 2 kali. Kasus pertama terjadi pada Juli 2017 lalu sampai kini masih belum terungkap.

"Ini kali kedua Ombudsman mengalami kasus perusakan, dan yang pertama dulu sudah setahun belum juga terungkap," kata Kepala ORI DIJ, Budhi Masturi, Kamis (6/9) siang.

Sebagaimana diketahui, kasus yang kedua terjadi pada Rabu (5/9) malam. Mobil sewaan yang digunakan oleh tim investigasi, kacanya dipecah orang tak dikenal.

Beberapa barang berharga yang masih di dalam mobil diketahui hilang. Seperti tas, handphone, dompet, dan uang milik salah seorang anggota tim. Pada Kamis (6/9) siang pihaknya juga telah mendatangi kantor Polsek Pakem, Kabupaten Sleman untuk melakukan monitoring kasus tersebut.

Kepolisian sejauh ini juga telah diketahui melakukan olah tempat kejadian perkara, maupun pengumpulan barang bukti. "Sayangnya, polisi tidak mengambil sidik jari pelaku yang diperkirakan ada di kaca atau badan mobil. Kami berharap kepolisian memberikan atensi penanganan kasus ini," ucapnya.

Sebelumnya, perusakan terjadi di kantor ORI Perwakilan DIJ pada Juli 2017 silam. Ketika itu ada orang tak dikenal melempar 2 buah batu dan menyebabkan kaca jendela depan pecah.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Pakem, AKP M Nasirudin menambahkan, kasus ini juga sudah dikoordinasikan dengan Polres Sleman. Sementara untuk saksi yang diperiksa, selain 2 petugas dari ORI juga seorang warga setempat.

"Belum ada tanda-tanda motif lain, kemungkinan motif murni curat (pencurian dengan pemberatan) dengan modus pecah kaca," katanya.

Pelaku juga dalam melakukan tindak kejahatannya cukup berpengalaman. Diketahui mencari sasaran di tempat yang sepi, dan tak meninggalkan jejak alat yang digunakan. "Tidak ada batu atau pemukul untuk pecah kaca. Saat kejadian juga tidak ada yang tahu," pungkasnya.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up