
Salah satu pengunjung saat berwisata petik jambu kristal.
JawaPos.com - Kota Batu memang mempunyai segudang wisata alam yang tak pernah habis untuk dijelajahi, termasuk wisata petik buah yang menjamur di kawasan pegunungan tersebut. Salah satunya yakni wisata petik buah jambu kristal yang berada di Bumiaji, Kota Batu ini.
Mungkin sebagian dari anda belum terlalu familiar dengan jambu kristal. Ya, jambu ini sebenarnya sama seperti jambu-jambu kebanyakan. Yang membedakan yakni pada bagian dagingnya. Jambu kristal mempunyai daging yang tebal, putih, dan lembut. Menariknya lagi, biji jambu ini tidak terlalu banyak, karena sudah menjadi daging.
Wisata petik jambu kristal pertama kali diinisiasi oleh Rahmad Hardiyanto, 33. Hardi juga bisa disebut sebagai pioneer dari wisata jambu kristal. Dia merupakan petani muda yang dikenal sebagai pegiat wisata di Bumiaji. Petani dan pelaku wisata adalah bagian dari gaya hidup sarjana Teknik Mesin Universitas Brawijaya angkatan 2003 itu.
Hardi memulai karir menjadi petani dari nol pada 2012 lalu. Dengan bimbingan ayah mertuanya Ghozali, Hardi mengembangkan perkebunan jambu kristal yang sudah dimulai sejak 2012.
Hardi memceritakan, kelebihan dari jambu kristal ini yakni renyah ketika digigit. "Jadi lebih crunchy, kres gitu," ujarnya. Selain itu, jambu milik Hardi juga tanpa biji.
Hardi menyampaikan, tanaman jambu kristal sebenarnya sudah ada sejak tahun 2006 lalu. Namun, dirinya mengembangkan sebagai tempat wisata baru pada tahun 2012. Dari yang semula pohon jambunya hanya berjumlah 60 pohon, kini berkembang menjadi 6.000 pohon.
Tak main-main, jambu milik Hardi ini telah bersertifikat. Buah ini pun tergolong organik, karena sama sekali tidak menggunakan bahan kimia dalam perawatannya. "Perawatan pertanian organik, beda dengan konvensional. Kami utamakan aspek kesehatan. Perlahan tidak ketergantungan dengan kimia sintetis," paparnya.
Dalam mengembangkan wisatanya, Hardi tidak berjalan sendiri. Sebagai upaya untuk mendukung sektor wisata, dia juga bekerjasama dengan banyak pihak. Mulai dari akademisi, komunitas guide, pelaku budaya, pemilik homestay, buzzer sosmed, petani, dan tentu saja warga masyarkat yang berada di sekitar kawasan.
Di Bumiaji sendiri ada beberapa potensi wisata yang berkembang masing-masing. Antara lain Rumah Budaya Slamet, Homestay, Petik Jambu Kristal, Petik Apel, Sayur Organik, hingga Peternakan Kambing Ettawa. Kemandirian itu pun menguntungkan Bumiaji secara luas. "Tapi, untuk sebuah Desa Wisata yang terintegrasi, dibutuhkan SDM-SDM bagus di banyak lini. Kami punya tim sendiri untuk menjaga kualitas," jelasnya.
Kebun milik Hardi ada sekitar setengah hektare yang dijadikan wisata. Disana juga dilengkapi dengan fasilitas aula dan gazebo. Pengunjung wisata petik jambu kristal ini pun terbilang cukup banyak. Satu tahunnya bisa mencapai 1.000 wisatawan.
Tidak hanya menerima kunjungan wisatawan, jambu milik Hardi juga telah didistribusikan ke beberapa toko modern. Antara lain ke Jakarta, Surabaya, Bali, Banjarmasin, dan Balikpapan.
Hardi membandrol harga jambu kristalnya ini seharga Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per kilonya. Namun, bagi pengunjung yang datang langsung ke kebun, cukup membayar Rp 20 ribu saja dan bisa menikmati nikmatnya jambu kristal sepuasnya.
Bahkan, pengunjung juga akan mendapat welcome drink, snack, serta edukasi yang langsung diberikan oleh Hardim. Namun, jika ingin membawa pulang untuk oleh-oleh, pengunjung harus membayar sesuai harga yang ditentukan.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
