JawaPos Radar

Tangkap Kepiting, Mulyadi Terancam Denda Rp 250 Juta

03/09/2018, 20:40 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Nelayan Pantai Samas
ILUSTRASI: Nelayan di Pantai Samas kini takut mencari kepiting di muara karena ada yang ditetapkan tersangka. (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Tri Mulyadi, 32, warga Dusun Samas, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) terancam hukuman maksimal denda Rp 250 juta. Denda tersebut dijatuhkan kepada pria yang saban hari berprofesi sebagai nelayan tersebut lantaran tindakannya yang melanggar Undang-undang, menangkap kepiting di Muara Sungai Opak berukuran tak semestinya.

Kabid Humas Polda DIJ, AKBP Yulianto mengatakan, yang bersangkutan melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 45/2009 tentang Perikanan. Kemudian dijabarkan melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2015 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Ranjungan.

Dalam aturan itu disebutkan, kepiting yang boleh ditangkap hanya dengan berat di atas 200 gram per ekor, dengan lebar cangkang di atas 15 sentimeter. "Yang bersangkutan tetap diproses sesuai dengan perundang-undangan. Ancaman hukuman pelanggar Undang-undang ini maksimal denda Rp 250 juta," katanya, Senin (3/9).

Nelayan Pantai Samas
ILUSTRASI: Tri Mulyadi ditetapkan sebagai tersangka lantaran dianggap menangkap kepiting di Muara Sungai Opak di bawah berat 200 gram. (Dipta Wahyu/JawaPos.com)

Lanjutnya, pihaknya juga telah mendapatkan masukan dari Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Illegal Fishing) atau Satgas 115. Supaya Tri Mulyadi hanya mendapatkan pembinaan saja.

Masukan tersebut, dikatakannya akan menjadi bahan pertimbangan. Namun apakah akan berpengaruh penghentian proses hukumnya atau tidak, pihaknya belum bisa memastikan. "Kami pertimbangkan masukan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini. Tapi kalau pembinaan dan proses hukumnya dihentikan, penyidik belum menemukan format kasus ini untuk dihentikan. Karena jelas melanggar. Mungkin proses penyidikan dipercepat agar segera disidangkan," ucapnya.

Ia juga mengaku, kasus yang sama juga pernah ditangani Polda DIJ pada 2017 silam. Dalam persidangan, ketika itu majelis hakim memutuskan denda Rp 7 juta terhadap pelakunya.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up