
Calon penumpang menunggu bus di dalam area Terminal Terboyo, Semarang, Sabtu (1/9).
JawaPos.com - Penutupan Terminal Terboyo di Kecamatan Genuk, Semarang, Jawa Tengah, hari ini Sabtu (1/9) dikeluhkan banyak pihak. Keberatan datang dari para sopir bus yang biasa menaik turunkan penumpang di terminal yang rencananya bakal menjadi Fasilitas Parkir Angkutan Barang tersebut.
Keluhan ini diawali dengan aturan dari Dinas Perhubungan Kota Semarang yang melarang bus untuk masuk ke area terminal selama masa pembangunan infrastuktur itu menjadi lahan parkir. Mereka hanya diperpolehkan mengangkut calon penumpang yang menunggu di pinggir Jalan Raya Kaligawe.
Sulkan, 46, salah satu sopir bus AKDP tujuan Jepara, dalam penutupan Terminal Terboyo ini menilai pemerintah cenderung memaksakan. Bahkan, seolah mengabaikan dampak terlantarnya para calon penumpang yang terlanjur datang ke Terboyo.
"Tidak masalah dipindah ke Mangkang, tetapi kan nyatanya masih banyak penumpang yang kecelik dan datang kemari. Untung saya sempat berhenti dan ambil penumpang di sini. Tapi kan kalau ke (Terminal) Mangkang sendiri, jarak tempuhnya itu nambah, ongkosnya juga," keluhnya.
Adapun Suhadi, awak bus jurusan Surabaya, yang juga kecewa atas ditutupnya Terminal Terboyo. Menurutnya, yang dilakukan pemerintah menambah berat beban pekerjaannya, lantaran sekarang ia harus berlarian menggiring peumpang di pinggir jalan dengan resiko tinggi karena lalu lalang kendaraan.
"Saya jadi lari-lari mas. Teriak mana yang mau ke Surabaya. Kasihannya itu kalau yang nggak dengar terus malah ketinggalan (bus). Tapi kalau disuruh ke (Terminal) Penggaron ya berat, makan waktu intinya," ucapnya terburu-buru sembari menutup pintu bus.
Terpisah, di dalam areal terminal terlihat beberapa pedagang kaki lima maupun asongan masih menjajakkan dagangannya. Tak sedikit pula warung sejumlah petugas agen bus yang tengah beristirahat. Yang jelas, mereka mengaku sangat kepikiran akan penutupan tersebut dan meminta kebijakan ini untuk segera dievaluasi.
"Ini baru hari pertama saja sudah banyak yang kecelik. Nyatanya banyak masyarakat yang tidak tahu kalau Terboyo tutup. Evaluasi segera, kalau perlu dibiarkan buka sementara," tegas salah satu petugas agen tiket di sana bernama, Joni.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang M. Khadik mengklaim bahwa sosialisasi sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari sebelum Terboyo ditutup. Butuh waktu agar seluruh masyarakat dan pelaku transportasi memahami kebijakan ini.
"Barang kali satu dua masyarakat memang belum tahu. Tapi diharapkan sambil jalan mereka sama-sama tahu bahwa saat ini sudah dimulai pelaksanaan kegiatan pembangunan. Kami juga sudah siapkan fasilitasi seperti bus shuttle dan pemindahan kios agen bus di sana," tandasnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
