Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 2 September 2018 | 04.11 WIB

Penutupan Terminal Terboyo Dikeluhkan, Dinilai Memberatkan Penumpang

Calon penumpang menunggu bus di dalam area Terminal Terboyo, Semarang, Sabtu (1/9). - Image

Calon penumpang menunggu bus di dalam area Terminal Terboyo, Semarang, Sabtu (1/9).

JawaPos.com - Penutupan Terminal Terboyo di Kecamatan Genuk, Semarang, Jawa Tengah, hari ini Sabtu (1/9) dikeluhkan banyak pihak. Keberatan datang dari para sopir bus yang biasa menaik turunkan penumpang di terminal yang rencananya bakal menjadi Fasilitas Parkir Angkutan Barang tersebut.


Keluhan ini diawali dengan aturan dari Dinas Perhubungan Kota Semarang yang melarang bus untuk masuk ke area terminal selama masa pembangunan infrastuktur itu menjadi lahan parkir. Mereka hanya diperpolehkan mengangkut calon penumpang yang menunggu di pinggir Jalan Raya Kaligawe.


Sulkan, 46, salah satu sopir bus AKDP tujuan Jepara, dalam penutupan Terminal Terboyo ini menilai pemerintah cenderung memaksakan. Bahkan, seolah mengabaikan dampak terlantarnya para calon penumpang yang terlanjur datang ke Terboyo.


"Tidak masalah dipindah ke Mangkang, tetapi kan nyatanya masih banyak penumpang yang kecelik dan datang kemari. Untung saya sempat berhenti dan ambil penumpang di sini. Tapi kan kalau ke (Terminal) Mangkang sendiri, jarak tempuhnya itu nambah, ongkosnya juga," keluhnya.


Adapun Suhadi, awak bus jurusan Surabaya, yang juga kecewa atas ditutupnya Terminal Terboyo. Menurutnya, yang dilakukan pemerintah menambah berat beban pekerjaannya, lantaran sekarang ia harus berlarian menggiring peumpang di pinggir jalan dengan resiko tinggi karena lalu lalang kendaraan.


"Saya jadi lari-lari mas. Teriak mana yang mau ke Surabaya. Kasihannya itu kalau yang nggak dengar terus malah ketinggalan (bus). Tapi kalau disuruh ke (Terminal) Penggaron ya berat, makan waktu intinya," ucapnya terburu-buru sembari menutup pintu bus.


Terpisah, di dalam areal terminal terlihat beberapa pedagang kaki lima maupun asongan masih menjajakkan dagangannya. Tak sedikit pula warung sejumlah petugas agen bus yang tengah beristirahat. Yang jelas, mereka mengaku sangat kepikiran akan penutupan tersebut dan meminta kebijakan ini untuk segera dievaluasi.


"Ini baru hari pertama saja sudah banyak yang kecelik. Nyatanya banyak masyarakat yang tidak tahu kalau Terboyo tutup. Evaluasi segera, kalau perlu dibiarkan buka sementara," tegas salah satu petugas agen tiket di sana bernama, Joni.


Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang M. Khadik mengklaim bahwa sosialisasi sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari sebelum Terboyo ditutup. Butuh waktu agar seluruh masyarakat dan pelaku transportasi memahami kebijakan ini.


"Barang kali satu dua masyarakat memang belum tahu. Tapi diharapkan sambil jalan mereka sama-sama tahu bahwa saat ini sudah dimulai pelaksanaan kegiatan pembangunan. Kami juga sudah siapkan fasilitasi seperti bus shuttle dan pemindahan kios agen bus di sana," tandasnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore