JawaPos Radar

Lanjutkan Tren Positif Asian Games, Kaderisasi Atlet Jateng Digenjot

01/09/2018, 15:40 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Atlet Asian Games
ILUSTRASI: Prestasi atlet asal Jawa Tengah di ajang Asian Games 2018 dinilai cukup membanggakan. (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Prestasi atlet asal Jawa Tengah di ajang Asian Games 2018 dinilai cukup membanggakan. Untuk itu, pemerintah provinsi melalui jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat akan melanjutkan tren positif ini dengan melakukan kaderisasi.

Ketua KONI Jateng, Subroto, mengatakan kaderisasi atlet wajib dilaksanakan. Langkah ini dinilai penting agar ke depan dapat dilahirkan lebih banyak atlet lagi yang mampu menuai prestasi pada berbagai ajang kompetisi olahraga.

"Ini sangat penting untuk melakukan pendataan. Proses pembinaan prestasi olahraga itu jenjang bertahap berlanjut dan berkesinambungan," katanya saat ditemui di komplek gubernuran, Semarang, Sabtu (1/9). Subroto menegaskan, bahwa langkah ini sesuai instruksi Gubernur terpilih Ganjar Pranowo yang memerintahkan adanya pendataan atlet berprestasi hingga pada tingkat desa.

Subroto sendiri menilai, pencapaian para atlet yang dikirimkan pada ajang Asian Games 2018 ini cukup memuaskan. "Alhamdulillah, dari sejumlah 58 yang dikirim, para atlet KONI Jawa Tengah mampu menyumbang beberapa medali, baik emas perak dan perunggu," sambungnya.

Prestasi Atlet Jawa Tengah dalam ajang pesta olahraga empat tahunan itu, menurutnya, tidak lepas dari perhatian pemerintah provinsi selama ini. Yang selalu menyokong sarana dan prasarana para atlet melalui dukungan APBD.

"Namun, masih banyak yang mempertanyakan soal materi atau bonus atlet atas prestasi yang ditorehkan. Sayangnya, tidak sedikit pula yang lupa mengenai upaya mempersiapkan atlet-atlet lain agar ikut berprestasi. Apalagi, setelah ajang Asian Games para atlet tentunya akan dihadapkan dengan sejumlah turnamen kelas dunia lainnya," jelasnya.

Ia menekankan bahwa ke depan, para atlet masih akan berlaga kembali pada ajang kelas dunia lainnya. Subroto mencontohkan, bahkan untuk panjat tebing saja menurut informasi yang diperolehnya ada empat turnamen internasional sebelum Olimpade 2020 di Tokyo, Jepang.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up