Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Mei 2026 | 20.53 WIB

Pramono Anung Instruksikan Pengerukan Sungai Hadapi El Nino 2026

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Masria Pane/Jawa Pos) - Image

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Masria Pane/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemprov DKI Jakarta melakukan persiapan ekstra menghadapi fenomena El Nino yang diprediksi segera melanda. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan kepada jajarannya untuk tidak lengah. 

Walaupun prediksi menunjukkan datangnya musim kemarau, intensitas hujan yang masih tinggi di beberapa wilayah menjadi alarm bagi Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Pramono menekankan bahwa antisipasi banjir harus tetap berjalan beriringan dengan persiapan kekeringan.

"Kemudian juga kepada Sumber Daya Air untuk tetap mengantisipasi dan melakukan pengerukan sungai-sungai yang ada supaya kita tidak seperti kemarin," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (7/5).

Waspada Anomali Cuaca dan Penumpukan Sampah

Antisipasi penanganan banjir dilakukan guna mengantisipasi terjadinya anomali cuaca saat ini. Pramono mengatakan, beberapa hari lalu terjadi hujan deras mencapai 150 milimeter per hari di tengah informasi dimulainya fase kemarau.

Hujan deras tiba-tiba itu membuat terjadinya hambatan aliran air akibat sampah, yang akhirnya memicu genangan di beberapa titik Jakarta.

"Dan kemarin memang informasinya sudah El Nino, sudah kering, sudah, tetapi ternyata hujan dan itu menyebabkan beberapa tempat yang sampah dan sebagainya menghambat dan itu yang akan kita enggak boleh terjadi lagi," lanjut Pramono.

Prediksi BMKG: Kemarau Datang Lebih Awal

Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi (Rakor) di Mabes Polri, BMKG mengungkapkan bahwa fenomena El Nino 2026 memiliki karakteristik unik. Fase ENSO netral akan bertahan hingga pertengahan tahun, namun transisi menuju El Nino akan menguat pada semester II tahun ini.

Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa peluang terjadinya fenomena ini mencapai 50 hingga 80 persen.

"Hasil analisis BMKG pada akhir Maret 2026 menunjukkan adanya kecenderungan transisi menuju fase El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat pada semester II tahun 2026, dengan peluang berkisar antara 50 hingga 80 persen. Kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi musim kemarau 2026 yang diprediksi datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal," jelas Guswanto dikutip dari laman BMKG.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore