
Ribuan buruh dalam aksi May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com–Momen peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) bersama Presiden Prabowo di Monas, Jumat (1/5) berakhir tragis. Seorang perempuan asal Pinang, Kota Tangerang, Vera, 40, dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami dehidrasi berat dan kondisi kritis di tengah lautan massa.
Korban mengembuskan napas terakhir di ruang ICU RSPAD Gatot Subroto pada Sabtu (2/5) sekitar pukul 02.15 WIB. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi warga Jalan Tanah Cepe, Kelurahan Pinang.
Insiden bermula saat korban terpisah dari rombongan di kawasan Monas. Cuaca terik yang menyengat diduga membuat kondisi fisiknya menurun drastis dalam waktu cepat.
Agus, 40, adik ipar korban, menceritakan detik-detik mencekam tersebut. ”Kondisinya panik karena terpisah dari rombongan, sendirian di tengah keramaian. Katanya kakak saya tidak kuat cuaca panas, kena dehidrasi tinggi dan pingsan di lokasi,” ujar Agus, Sabtu (2/5).
Keluarga baru menerima kabar sekitar pukul 12.00 WIB. Berdasar informasi, korban pertama kali ditolong petugas Polwan sebelum akhirnya dievakuasi menggunakan ambulans.
Upaya penyelamatan nyawa korban sempat terkendala situasi di lapangan. Agus mengungkapkan bahwa proses evakuasi menuju rumah sakit memakan waktu lama akibat kemacetan luar biasa dari banyaknya bus massa aksi yang parkir di bahu jalan.
”Pas saya sampai di rumah sakit habis Jumat, kondisi kakak saya sudah kritis. Sudah dipasang alat medis dan selang-selang semua. Dokter sudah berusaha semampunya di ICU, tapi takdir berkata lain,” tutur Agus.
Fakta mengejutkan terungkap mengenai alasan korban berada di lokasi aksi. Ternyata, korban bukan buruh aktif maupun kader partai politik. Dia hanya seorang warga yang diajak tetangga untuk meramaikan suasana dengan iming-iming sekedar jalan-jalan ke Monas.
Parni, 63, ibu korban, menyebut putrinya pamit berangkat sekitar pukul 05.30 WIB dengan alasan ingin berwisata. ”Anak saya bilangnya diajak jalan-jalan ke Monas sama tetangga, katanya nanti di sana dikasih sembako, tapi diminta foto KTP juga. Tapi tidak bilang kalau anak saya ikut aksi buruh,” ungkap Parni.

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
