
Ilustrasi air bersih. (Kids Discover)
JawaPos.com - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Francine Widjojo memberikan catatan kritis terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Ia mengingatkan Pemprov DKI agar aturan ini tidak sekadar menjadi dokumen formalitas.
Francine Widjojo menekankan pentingnya keberpihakan pada rakyat dalam penyediaan layanan air di Jakarta. Pasalnya, akses air bersih adalah hak asasi manusia, bukan ladang bisnis semata. Francine menegaskan bahwa BUMD yang mengelola air harus berfungsi sebagai perpanjangan tangan negara, bukan lembaga yang mengejar profit maksimal.
"Setiap penetapan tarif harus tunduk pada kepentingan publik dan bukan atas logika keuntungan semata," ujarnya dikutip Rabu (15/4).
Baca Juga:Sudah 27 Orang yang Melapor sebagai Korban Pelecehan Seksual FH UI, 20 Mahasiswa dan 7 Dosen
Menurutnya, akses air adalah hak dasar sesuai Resolusi PBB. Oleh karena itu, PSI menuntut adanya batas atas tarif air minum yang dicantumkan langsung dalam Pasal Perda agar tetap terjangkau oleh warga menengah ke bawah.
Salah satu poin krusial yang didorong PSI adalah percepatan perluasan jaringan perpipaan. Francine meminta target ambisius 100 persen akses air minum perpipaan harus tertulis jelas dalam aturan tersebut.
Hal ini sejalan dengan komitmen Jakarta yang menargetkan seluruh warga terlayani air pipa paling lambat tahun 2029.
"Fraksi PSI memandang bahwa Ranperda Penyelenggaraan SPAM perlu secara eksplisit menetapkan target perwujudan SPAM melalui jaringan perpipaan sebesar 100 persen," sambungnya.
Krisis Air Tanah dan Ancaman Jakarta Tenggelam
Kritik tajam juga diarahkan pada kualitas layanan air saat ini. Selama ini, air yang berbau, kotor, dan sering mati membuat warga terpaksa menggunakan air tanah secara masif. Dampaknya, permukaan tanah Jakarta turun 5-10 cm setiap tahunnya.
Untuk mengatasi ini, PSI mengusulkan solusi inovatif selain mengandalkan air baku dari luar daerah. Misalnya, pemanfaatan penampungan air hujan, teknologi Atmospheric Water Harvesting, hingga pembatasan ketat konsumsi air tanah.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
