Ilustrasi orang hilang. (Antara)
JawaPos.com - Kabar mengejutkan datang dari lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Muhajirin, Tapos, Kota Depok. Seorang santriwati Saina Tazkiya Zulala Azizi, 17, dilaporkan hilang secara misterius sejak Senin (2/2) sore.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih berupaya keras melacak keberadaannya yang masih menjadi teka-teki.
Remaja kelahiran Jakarta tersebut tercatat sebagai warga Kabupaten Tegal yang tengah menimba ilmu di Depok. Kepergiannya memicu kekhawatiran besar, terutama setelah ditemukan petunjuk ganjil di dalam kamar asramanya yang mengisyaratkan bahwa ia memang sengaja pergi.
Kapolsek Cimanggis Kompol Jupriono mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dan sedang melakukan pencarian intensif. "Benar, sampai saat ini belum ditemukan," ujar Kompol Jupriono, Senin (23/2).
Peristiwa ini bermula pada Senin (2/2), sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, suasana pondok sedang ramai karena adanya agenda pengajian rutin. Namun, pengurus mulai menaruh curiga karena sang santriwati tidak menampakkan batang hidungnya di barisan jemaah.
Setelah pengajian berakhir, teman-teman asrama bersama pengurus langsung melakukan penyisiran ke seluruh sudut pesantren. Pencarian internal dilakukan hingga larut malam, namun hasilnya nihil. Korban tidak ditemukan di tempat tidur maupun di area sekitar lingkungan pondok.
Pihak pesantren segera berkoordinasi dengan kepolisian setelah menyadari santriwati tersebut benar-benar telah meninggalkan lingkungan tanpa izin. Penyelidikan pun langsung dilakukan untuk menelusuri jejak terakhir korban sebelum menghilang.
Di tengah kepanikan, sebuah petunjuk penting ditemukan oleh teman sekamar korban. Di atas lemari asrama, terselip sepucuk surat yang diduga ditulis langsung oleh Sania sebelum ia pergi. Isinya sangat mengharukan sekaligus membingungkan bagi pihak keluarga dan pengurus.
Dalam surat tersebut, ia menuliskan permohonan maaf dan pesan yang sangat spesifik mengenai utang jajannya. Isi surat itu berbunyi:
"SAYA MEMINTA MAAF UMI DAN USTADZ SERTA TEMAN-TEMAN BAHWA SAYA INGIN PERGI GATAU BERAPA LAMA DAN GATAU KEMANA TOLONG JANGAN KASIH TAU ORANGTUA SAYA JUGA DAN JANGAN DICARI, DAN SAYA MEMINTA TOLONG UNTUK BAYARKAN SEMPOL SAYA SEBESAR RP 2.500".
Pesan singkat ini menjadi dasar bagi polisi untuk mendalami kondisi psikologis korban. Hingga saat ini, petugas masih mengumpulkan informasi mengenai masalah apa yang mungkin sedang dihadapi sang remaja hingga nekat pergi membawa beban perasaan tersebut.
Harapan sempat muncul saat seorang alumni ponpes bernama Fauzan memberikan kesaksian. Pada Selasa malam, sehari setelah dilaporkan hilang, saksi mengaku sempat melihat korban sedang berada di depan sebuah sekolah di kawasan Cilodong.
Saksi sempat berusaha memanggil korban, namun tidak ada respons. Hal yang paling mencolok dari kesaksian tersebut adalah kondisi fisik korban yang tampak tidak sehat. Menurut keterangan saksi, kondisi wajah korban saat itu terlihat sangat pucat sebelum akhirnya ia kembali menghilang dari pandangan.
"Kami sudah memeriksa sejumlah saksi, termasuk teman sekamar dan pengurus pondok. Kami juga melakukan pengecekan rekaman CCTV di sekitar lokasi serta menyebarkan informasi melalui media sosial," kata Kompol Jupriono.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022